Breaking News:

Berita Sungailiat

40 Perawat RSUD Depati Bahrin Dilatih Atasi Trauma Pasien Pasca Kecelakaan atau Sakit

RSUD Depati Bahrin Sungailiat Kabupaten Bangka melaksanakan pelatihan Basic Trauma Cardiovascular Life Support (BTCSLS) bagi seluruh perawat

Penulis: edwardi
Editor: khamelia
Bangkapos.com/Edwardi
RSUD Depati Bahrin Sungailiat Kabupaten Bangka melaksanakan pelatihan Basic Trauma Cardiovascular Life Support (BTCSLS) bagi seluruh perawat di aula RSUD Depati Bahrin Sungailiat, Senin-Kamis (07-10/06/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- RSUD Depati Bahrin Sungailiat Kabupaten Bangka melaksanakan pelatihan Basic Trauma Cardiovascular Life Support (BTCSLS) bagi seluruh perawat di aula RSUD Depati Bahrin Sungailiat, Senin-Kamis (07-10/06/2021).

Pelatihan ini diselenggarakan bekerja sama dengan Pro Emergency Bogor diikuti 40 peserta yang dilaksanakan secara online dan offline. 

Direktur RSUD Depati Bahrin, dr. Yogi Yamani mengatakan  kasus trauma dapat terjadi pada pasien yang mengalami suatu kejadian kecelakaan ataupun penyakit. 

Seperti halnya bencana alam ataupun kecelakaan lainnya yang kerap menyebabkan trauma pada pasien pasca kejadian.

"Dalam hal medis, para perawat ataupun tenaga kesehatan yang melakukan penanganan pasien harus mampu memberikan suatu ketenangan agar pasien merasa tenang dan meminimalisir trauma," kata dr Yogi, Rabu (09/06/2021).

Melalui pelatihan ini diharapkannya, para perawat  mampu meningkatkan kompetensi di bidang tersebut.

"Perawat sebagai lini terdepan dalam pelayanan gawat darurat harus mampu menangani masalah yang diakibatkan kecelakaan dengan cepat dan tepat, serta dengan pendekatan asuhan keperawatan," ujar dr Yogi.

Ditambahkannya, perawat dituntut untuk memiliki kompetensi dalam menangani masalah kegawatdaruratan akibat trauma dan gangguan kardiovaskuler (penyakit jantung). 

"Salah satu upaya dalam peningkatan kompetensi tersebut dilakukan melalui pelatihan ini," tukas dr Yogi.

Setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta akan mendapatkan sertifikat.

Karena wabah pandemi Covid-19 saat ini masih terjadi, maka pelatihan dilaksanakan 70% secara online dan 30% offline. 

"Selain itu juga akan dilakukan pre test, post tes dan ujian praktek serta evaluasi bagi peserta sebelum diberikan sertifikat dari PPNI pusat," tukas dr Yogi.

(Bangkapos.com/Edwardi)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved