Breaking News:

Berita Bangka Selatan

Batal Tunaikan Haji Tahun Ini,Bali Sani Kecewa tapi Tetap Bersabar Karena Sudah Keputusan Pemerintah

Bali Sani, Warga Desa Gadung, Kabupaten Bangka Selatan sudah berharap akan berangkat menunaikan ibadah haji pada tahun 2021 ini.

Penulis: Jhoni Kurniawan | Editor: nurhayati
AFP/HO/SAUDI MINISTRY OF MEDIA
Umat Muslim mengitari Kabah saat melakukan tawaf ibadah haji dengan penerapan protokol kesehatan di Masjidil Haram, Kota Mekah, Arab Saudi, Minggu (2/8/2020). Pelaksanaan haji yang istimewa tahun ini di tengah pandemi Covid-19 hanya diikuti sekitar 1.000 jemaah, dengan protokol kesehatan yang ketat. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bali Sani, Warga Desa Gadung, Kabupaten Bangka Selatan sudah berharap akan berangkat menunaikan ibadah haji pada tahun 2021 ini.

Sebagai umat muslim ia ingin menyempurnakan ibadah sebagaimana rukun islam kelima.

Namun ternyata takdir berkata lain, calon jemaah haji (CJH) Indonesia tidak bisa menunaikan ibadah haji yang sudah lama dia nanti-nantikan.

Pasalnya, Kementerian Agama Republik Indonesia untuk kali kedua mengeluarkan kebijakan melalui Keputusan Menag RI Nomor 660 Tahun 2021 Tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H/2021 M.

Bali Sani, satu dari 119 calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Bangka Selatan.

Ia mengakui jika pembatalan keberangkatan haji ini membuatnya merasa kecewa.

Menurutnya pembatalan keberangkatan haji telah menjadi kebijakan yang diterima mengingat kondisi dunia saat ini yang masih diliputi dan dikhawatirkan oleh Pandemi Covid-19.

"Kalau ditanya seperti apa perasaan kami yah tentunya kecewa karena keinginan untuk beribadah haji, tetapi kan ini sudah menjadi kebijakan pemerintah untuk menjaga agar tidak ada penyebaran Covid-19 sehingga kami para calon harus kembali bersabar agar dapat beribadah di tahun mendatang," ungkap  Bali kepada Bangkapos.com pada Rabu, (9/6/2021).

Diakuinya,  kebijakan ini tidak hanya diperuntukkan bagi dirinya bersama calon jemaah lainnya yang berasal dari Kabupaten Bangka Selatan, namun seluruh calon jemaah dari Indonesia sehingga harus diterima dengan lapang dada.

"Mungkin ini keputusan terbaik, karena pada dasarnya saat beribadah khususnya Ibadah Haji kita ingin beribadah dengan tenang, nyaman, damai dan dalam keadaan yang sehat dan bugar sehingga keputusan ini dianggap yang terbaik supaya jemaah tetap dalam keadaan terjaga," kata Bali Sani.

Harapannya untuk menunaikan ibadah haji diakuinya sangat besar. Sejak 2012 silam dia sudah mendaftarkan diri agar bisa  berangkat menunaikan badah haji ke Mekkah.

Namun penantian ini ternyata masih panjang karena kembali batal berangkat ke Tanah Suci, Mekkah.

Dia berharap, semoga di tahun mendatang dirinya bersama dengan calon jemaah lainnya diberikan kesempatan untuk dapat menunaikan ibadah haji.

"Tentunya berharap di tahun depan kami mendapatkan kesempatan agar dapat menyempurnakan butir kelima dalam Rukun Islam yaitu Ibadah Haji," kata Bali Sani.

Kendatipun mengalami pembatalan keberangkatan ibadah haji pada tahun ini, Bali Sani mengakui jika dirinya tidak akan menarik tabungan hajinya.

"Tidak saya tarik sehingga untuk keberangkatan haji tahun mendatang saya tidak perlu menyetor lagi," ungkapnya. (Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved