Breaking News:

Berita Pangkalpinang

APBD Sudah Dua Kali Refocusing, Ketua DPRD Babel Akui Sudah Berusaha Maksimal Tangani Covid-19

Dari bulan Januari hingga Mei 2021, anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Bangka Belitung sudah dua kali mengalami refocusing.

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Ketua DPRD Bangka Belitung, Herman Suhadi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dari bulan Januari hingga Mei 2021, anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Bangka Belitung sudah dua kali mengalami refocusing dengan total pemangkasan Rp394 Miliar untuk penanganan Covid-19.

Ketua DPRD Bangka Belitung, Herman Suhadi mengatakan belum ada wacana melakukan refocusing dana untuk ketiga kali dalam hal penanganan Covid-19.

"Saya pikir tidak lah (refocusing anggaran untuk ketiga kali-red), saya pikir kita langsung ke anggaran belanja tambahan (ABT) saja. Ketika itu tidak sangat mendesak atau perintah dari pusat atau sesuatu yang darurat. Mari kita semua bersabar untuk menunggu proses anggaran di anggaran belanja perubahan," ungkap Herman Suhadi saat dikonfirmasi bangkapos.com, Kamis (10/6/2021).

Menurut, ada refocusing Dana Insentif Daerah (DID) 30 persen dan 8 persen Dana Alokasi Umum (DAU) untuk penanganan Covid-19.

Adapun rincian pemanfaatan dana DID yang sebesar Rp56.438.997.000, untuk Dinas Kesehatan (Wisma Covid-19 1 Tahun dan BHP Labkesda) sebesar Rp 24.756.280.818, RSUP (RS Covid-19 1 tahun dan Sistem Informasi Kesehatan) sebesar Rp 31.592.500.182, dan Dinas Sosial (JKK dan JKN Pekerja Formal).

Sementara pemanfaatan dana DAU yang sebesar Rp 75.164.003.120, untuk Dinas Kesehatan (insentif tenaga kesehatan, vaksinasi, penanganan Covid-19 dan belanja bidang kesehatan) sebesar Rp 32.171.952.766, RSUP (insentif tenaga kesehatan, vaksinasi, penanganan Covid-19 dan belanja bidang kesehatan) sebesar Rp 29.711.276.491, dan RSJ (insentif tenaga kesehatan, vaksinasi, penanganan Covid-19 dan belanja bidang kesehatan) sebesar Rp 13.280.773.863.

"Ketika berbicara anggaran, kami sudah semaksimal mungkin melakukan seperti apa yang diinginkan oleh pemprov dalam hal ini dinas teknisnya. Mereka melakukan refocusing, mereka mengajukan anggaran peralihan dan sebagainya. Menurut kami, keseriusan kami dalam hal menyetujui, untuk penanganan kasus Covid-19 sudah sangat serius.

Kami dalam hal sosialisasi perda yang sudah kota sahkan kemarin itu kami turun langsung, dalam rangka memberi sosialisasi kepada masyarakat dalam hal pemutusan mata rangkai penyebaran Covid-19," jelas Herman.

Di dalam implementasi penanganan Covid-19 dilakukan satgas Covid-19, setelah DPRD Bangka Belitung menyetujui penganggaran, tentu kerap juga melakukan pengawasan.

"Tetap melakukan pengawasan, walaupun kami bersama forkopimda, masyarakat dan stake holder dalam melaksanakan kerja nyata dalam hal pemutusan mata rantai Covid-19 itu. Saya sudah menganggap seluruh stakeholder sudah melaksanakan tata cara atau prokes dalam pemutusan mata rantai itu," kata Herman.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita) 

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved