Breaking News:

Berbisnis Sejak Mahasiswi, Helen Raup Omzet Jutaan Rupiah dari Jualan Hijab dan Pakaian Muslimah

Try Helen atau yang kerap disapa Helen (25), owner hijab dan pakaian muslimah ini mulai mengembangkan bisnisnya sejak saat ia masih menjadi mahasiswi.

Penulis: Magang5 | Editor: El Tjandring
Istimewa
Owner Helen Collection, Try Helen. 

Istimewanya lagi, Helen mengaku berani menerima pelanggan yang ingin mengorder produk hijab atau gamis miliknya tanpa menggunakan DP atau uang panjar terlebih dulu.

"Gimana yaa, pengen membantu aja sih soalnya kan banyak orang-orang yang ingin punya gamis atau hijab tapi belum punya uang, apalagi di musim sekarang ini yang serba terbatas, jadi biar saling membantu aja," tuturnya.

Berkat kegigihannya dalam berusaha dan mengembangkan bisnisnya ini, perlahan brand Helen Collection miliknya ini sudah dikenal banyak masyarakat. Helen bahkan memiliki pelangan tak di wilayah Bangka tetapi juga di Belitung, Jakarta, hingga Palembang.

Terkait omzet diakui ibu muda yang kini memiliki satu anak ini mengaku dirinya mampu meraup sekitar Rp 5 jutaan per bulan di bulan-bulan biasa, dan mendapatkan hingga lebih dari Rp 10 juta jelang hari raya.

"Per bulan bisa terjual puluhan produk, kalo pas mau lebaran bisa ratusan," imbuhnya.

Bisnisnya ini pun terus tumbuh sampai kini Helen mampu memiliki dua admin dan 83 reseller yang tersebar di wilayah Bangka dan Belitung.

Hal tersebut tentunya menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Helen, karena bisnisnya ini tak hanya bermanfaat bagi dirinya saja tetapi juga bagi orang lain.

"Alhamdulillah senang bisa bantu orang lain dan bisa buka lapangan pekerjaan bagi mereka. Insyaallah jadi berkah," tukasnya.

Kejujuran adalah kunci utama dalam menjalankan suatu hal. Hal itu pulalah yang menjadi prinsip Helen saat mengembangkan bisnisnya. Ia mengatakan apapun yang terjadi dengan produknya harus diinformasikan betul-betul atau kelanggan tak menaruh kecewa.

"Kalau misal ada bagian produk yang rusak atau sobek ya jujur saja beri tahu konsumennya. Konsumen juga pasti ngerti. Karena kalau nggak jujur nanti akan mempersulit diri di kemudian hati dan bisa saja konsumen kecewa dan akan berpaling. Jujurlah karena itu penting," terang wanita yang juga empat berjualan es mambo saat SMA tersebut.

(Bangkapos.com/Vigestha Repit)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved