Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Efektifkah Vaksin Menangkal Varian Virus Baru? Begini Penjelasan Dokter Spesialis Paru Adi Rosadi

Informasi yang disampaikan oleh dr Adi bersumber dari Kementrian Kesehatan, telah melaporkan bahwa SARS-CoV-2 varian baru telah beredar di Indonesia.

Dok/dr Adi Rosadi
Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Umum Daerah Depati Hamzah Pangkalpinang, dr Adi Rosadi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ketua Tim Penanggulangan Covid-19 RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang sekaligus Dokter Spesialis Paru, dr Adi Rosadi SpP mengatakan beberapa waktu yang lalu sampai dengan saat ini masyarakat sempat dibuat khawatir sehubungan dengan kasus harian Covid-19 di India yang mencapai 400.000 per hari hingga bulan April 2021.

"Kejadian di India membuat orang berpikir apakah sudah terjadi mutasi dan varian SARS-CoV-2 yang membuat virus ini lebih menular atau penyakitnya bertambah parah.

Mutasi adalah perubahan materi genetik dalam porsi kecil dan merupakan fenomena alamiah dalam siklus hidup mikroorganisme seperti virus dalam rangka adaptasi untuk bertahan hidup," ujar dr Adi, Kamis (10/6/2021).

Menurutnya, mutasi ini ternyata tidak selalu menguntungkan virus dan hanya sekitar 4-5 persen saja yang membuat virus lebih tahan hidup.

Dalam tubuh manusia mutasi virus dapat berpengaruh atau tidak berpengaruh pada timbulnya gejala.

"WHO menetapkan adanya Variant of Interest dan Variant of Concern pada virus SARS-CoV-2. VOI adalah bila SARS-CoV-2 terbukti mengalami perubahan sifat akibat mutasi dan telah teridentifikasi terjadi penyebaran dalam masyarakat atau terdeteksi di beberapa negara.

Sedangkan VOC berhubungan dengan peningkatan penyebaran dan daya serang virus pada manusia sehingga mempengaruhi gejala, menurunkan efektivitas metode diagnosis, vaksin dan terapi yang digunakan," jelas dr Adi.

Informasi yang disampaikan oleh dr Adi bersumber dari Kementrian Kesehatan, telah melaporkan bahwa SARS-CoV-2 varian baru telah beredar di Indonesia.

VOC sebanyak 54 kasus terdiri dari:
- B.117 (Inggris) dilaporkan sejak Januari 2021 sebanyak 4 kasus.
- B.1.351 (Afrika Selatan) dilaporkan Januari 2021 (4 kasus)
- B.1.617.2 (India) dilaporkan sejak Januari 2021 (32 kasus). Kasus kasus di atas ditemukan di Indonesia baik yang dengan riwayat perjalanan ke luar negeri maupun transmisi lokal.

VOI yang dilaporkan adalah:
- A.23.1 (Inggris) sebanyak 6 kasus
- B.1.525 (Nigeria) 1 kasus
- B.617.3 (India) 1 kasus

Halaman
12
Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved