Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Gubernur Bangka Belitung Sampaikan Kepastian Pemotongan TPP di Hadapan Ratusan ASN   

Gubernur Provinsi Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman melakukan pelantikan dan pengukuhan sejumlah pejabat tinggi pratama, administrator, pengawas

bangkapos.com
Gubernur Provinsi Bangka Belitung, Erzaldi Rosman melakukan pelantikan dan pengukuhan sejumlah pejabat tinggi Pratama, administrator, pengawas dan fungsional  total 594 orang, pada Kamis (10/6/2021) siang, di GOR Sahabudin.(Bangkapos.com/Riki Pratama) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Gubernur Provinsi Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman melakukan pelantikan dan pengukuhan sejumlah pejabat tinggi pratama, administrator, pengawas dan fungsional  total 594 orang, pada Kamis (10/6/2021) siang, di GOR Sahabudin.

Gubernur mengatakan mutasi dilakukan sebagai upaya mengoptimalisasikan pegawai yang ada di Pemprov Bangka Belitung.

"Mutasi dilakukan untuk lebih mengotimalkan kinerja para OPD lebih baik dilakukan kepala dinas, pejabat eselon II dan di bawahnya seperti staf. Karena jangan terlalu lama, biar cepat berkembang, kita mau serba cepat,"jelas Gubernur Erzaldi Rosman kepada Bangkapos, Kamis (10/6/2021) di GOR Sahabudin

Dia menjelaskan ini merupakan bentuk penyegaran terhadap pegawai disamping meningkatkan pelayanan ke masyarakat.

"Kita melakukan penyegaran juga supaya pelayanan ke masyarakat lebih meningkat, karena ini suatu hal biasa,"katanya.

Dalam kesempatan itu, Erzaldi Rosman juga menjelaskan di hadapan ASN terkait pengurangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Kita terus juga mengkaji perubahan TPP ini, TPP saya sampaikan adalah keputusan terakhir kita. Di mana tidak ada lagi sumber dana yang kita efesiensikan dan sesuai apa disampaikan menteri keuangan kemarin terkait belanja pegawai masih tinggi mau tidak mau harus dilakukan. Jangan sampai pemerintah pusat mengambil kebijakan bisa saja penahanan Dana Alokasi Umum (DAU)  ke daerah, kalau DAU ditunda bisa tidak gajian kita,"jelas Erzaldi.

Erzaldi mengakui, bahwa TPP ASN Pemprov Babel harus dilakukan pemotongan diharapkan dapat dipahami oleh para pegawai.

"Karena memang dinilai belanja pegawai kita masih tinggi, padahal ini masih rendah, kita sudah memotong dari tahun dahulu. belanja pegawai berbanding lebih dari 50 persen, dulu masih 60 persen belanja pegawai kita, sudah kita efesiensikan berapa persen untuk belanja pegawai dan modal,"ujarnya.

Disinggung berapa jumlah pengurangan TPP ASN, Erzaldi mengatakan masih dalam tahap penghitungan dan ia memastikan TPP yang paling besar dipotong untuk pejabat eselon II.

Halaman
123
Penulis: Riki Pratama
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved