Breaking News:

Literasi Digital Kota Pangkalpinang Bahas Para Guru Generasi Alpha Wajib Miliki Kemampuan Digital

Kementerian Kominfo gencar melakukan literasi untuk mengedukasi dan mewujudkan masyarakat agar paham akan Literasi Digital.

Ist
literasi digital di wilayah Kota Pangkalpinang, Rabu (9/6). Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yaitu  Dr. H. Erzaldi Rosman Djohan S.E, M.M selaku Keynote Speaker 

BANGKAPOS.COM - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) gencar melakukan literasi untuk mengedukasi dan mewujudkan masyarakat agar paham akan Literasi Digital lebih dalam dan menyikapi secara bijaksana dalam menggunakan digital platform. Kali ini literasi digital di wilayah Kota Pangkalpinang, Rabu (9/6/2021).

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung yaitu Dr. H. Erzaldi Rosman Djohan S.E, M.M selaku Keynote Speaker menegaskan bahwa Literasi Digital dari Kominfo ini sangat bermanfaat dalam membangun daerah.

Prof Dr. Agus Suradika, M.Pd (Anggota Persatuan Guru Republik Indonesia), mengangkat tema tentang Kemampuan Literasi Digital Wajib Dimiliki Guru Generasi Alpha menjelaskan Generasi Aplha merupakan kelompok yang lahir setelah tahun 2010 yang hidup di era digital. Mereka berpikiran terbuka dan sangat nyaman dengan teknologi.

Ada beberapa karakteristik Generasi Alpha, di antaranya: Terdidik, Paham Teknologi, Artificial Intellegence, Media Sosial menjadi sarana interaksi, gaya yang funky, tidak bisa di prediksi dan lain lain.

"Dalam konteks Literasi Digital, setiap guru dituntut untuk mampu dalam Mengakses, Menganalisa, Mencipta, Bertindak dalam menggunakan beraneka ragam perangkat digital, Sebagai bentuk ekspresi dan strategi dalam berkomunikasi dengan siswa," jelas Agus Suradika.

Chandra Kirana, M. Kom (RTIK Babel) menjelaskan peran literasi digital untuk mengubah Mindset konsumtif menjadi produktif mengungkapkan Pemerintah akan intervensi agar produk lokal menjadi yang terdepan di pasar digital. Gernas BBI (Generasi Nasional Bangga Buatan Indonesia) menjadikan produk lokal sebagai primadona di tanah air.

"Ada beberapa alasan mengapa beli produk dalam negeri, yaitu Martabat negara Indonesia akan naik di mata negara lain, Membuka lapangan kerja dan mengurangi pengangguran, Mengurangi angka kemiskinan dan kriminalitas, Produksi meningkat, Meningkatkan pertumbuhan perekonomian negara, Meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia, Menambah jumlah investasi di Indonesia," jelas Chandra.

Untuk menghadapi pandemi covid 19, disarankan oleh Chandra untuk beralih dari konvesional ke teknologi sebagai solusinya. Dengan melalui strategi digital marketing, transaksi digital seperti marketplace.

Menurut Chandra Kenapa harus berjualan via online ? Karena lebih efektif dibandingkan dengan menjalankan perusahaan fisik. Melalui jualan online jangkauan pasar lebih luas, bisa di akses dimana saja dan lebih hemat waktu dan biaya.

Tesar Sandika Pura, S.T, M.T (CEO - Founder LiteBIG) menjelaskan menurut data survey yang diambil dari sumber BSSN bahwa sebanyak 57 persen kerentanan siber adalah SQL Injection yaitu tentang databased. Banyak kasus yang terjadi antara lain tentang perusahaan banking dan nasabah bank yang dirugikan oleh para hacker sehingga merugikan sampai milyaran rupiah.

"Solusi dan pencegahan yakni Sistem Monitoring : Sistem operasi yang sudah dirancang pastinya memiliki perangkat pengamanan yang harus selalu dimonitor," jelas Tesar Sandika Pura.

Tesar Sandika Pura menambahkan cara menghindari Phising, Waspada, Cek dan Re Cek, Cek fitur versi asli dan otentik pada email, Cek penggunaan https, Cek domain, Tidak buru-buru klik link / attachement.

Halaman
12
Penulis: iklan bangkapos
Editor: El Tjandring
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved