Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

PPKM Mikro Diperpanjang Hingga 14 Juni 2021, Kampung Tegep Mandiri di Bangka Belitung Belum Optimal

Kampung Tegep Mandiri selama pandemi Covid-19 ini sudah berjalan, namun masih belum diimplementasikan secara optimal.

Istimewa via Bangkapos.com
Cek kesehatan di posko kesehatan Kampung Tegep Mandiri Bukit Gelase Asri 22, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pemerintah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro mulai 1 Juni hingga 14 Juni 2021.

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, pada masa perpanjangan PPKM mikro ini, para Gubernur, Bupati dan Wali Kota diminta lebih mengoptimalkan Pos Komando (Posko) Penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan.

PPKM mikro ini adalah upaya memperbaiki kesiapsiagaan dan strategi penanggulangan Covid-19 di tingkat hulu.

Melalui PPKM mikro, setiap desa/kelurahan didorong untuk mendirikan dan mengaktifkan Posko Tanggap Covid-19 yang berperan sebagai pendamping tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan (puskesmas/dinas kesehatan) serta petugas surveilans dan tim pelacak (tracer) penyebaran Covid-19.

Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, PPKM mikro diberi nama Kampung Tegep Mandiri.

"Kampung Tegep Mandiri selama pandemi Covid-19 ini sudah berjalan, namun masih belum diimplementasikan secara optimal, seperti halnya keberadaan dan peran Posko Covid-19 desa/kelurahan," kata Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Bangka Belitung, Andi Budi Prayitno kepada Bangkapos.com, Rabu (9/6/2021).

Andi Budi berharap ada revitalisasi dan penguatan eksistensi dari Posko Covid-19 atau Kampung Tegep Mandiri yang sudah ada, bahkan implementasinya sampai di tingkat RT/RW.

Pembentukan Posko Covid-19 di desa/kelurahan ini dilakukan dengan langkah-langkah yaitu, menentukan struktur dan personel/SDM, menentukan lokasi, menyiapkan sarana-prasarana, dan
menilai status zonasi wilayah.

"Fungsi posko ini tidak hanya sekadar sebagai pusat informasi, namun juga bertugas untuk melakukan pencegahan dalam bentuk sosialisasi tentang Covid-19, penerapan Protokol Kesehatan 5M yakni memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mencuci tangan dengan sabun, serta pembatasan mobilitas masyarakat," kata Andi Budi.

Selain itu, penanganan dalam bentuk 3T: tracing, testing, treatment, pelayanan kepada masyarakat, dan penanganan dampak ekonomi melalui BLT Dana Desa.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved