Breaking News:

Dua Aktivis ini Dibebaskan, Perlakukan Israel pada Tahanan Wanita Palestina di Penjara Terbongkar

Muna menantang seorang pemukim Yahudi, menegurnya karena "mencuri" rumahnya, menjadi viral secara online saat Mohammed diwawancarai oleh beberapa ...

AFP/Ahmad GHARABLI
Warga Palestina beraksi keras saat berjalan di depan Masjid Dome of Rock menuju Masjid Al-Aqsa untuk melaksanakan shalat Subuh, Minggu (31/5/2020). 

Pada 2018, Ahed dibebaskan bersama ibunya, Nariman, yang juga dijatuhi hukuman delapan bulan.

Mereka menjalani hukuman tiga minggu lebih singkat dengan kebijakan remisi.

Baca juga: Warga Israel Cari Perlindungan Bawah Tanah Saat Roket Hamas Terangi Tel Aviv Sepanjang Senin Malam

Baca juga: Trauma dari Puing-puing Bangunan Gaza Dirudal Jet Tempur Israel Terus Bermunculan: Lihat Kematian

Manal, Bibi Ahed mengatakan bahwa pemenjaraan keponakannya telah “membuat nama Nabi Saleh dan nama Tamimi mendunia”, namun ia berharap dengan pembebasan remaja itu membuat dunia lebih menyoroti pengalaman warga Palestina di penjara Israel.

“Sekarang seluruh dunia tahu tentang apa yang terjadi di sini [di Nabi Saleh],” katanya kepada Al Jazeera.

“Tapi yang penting sekarang adalah Ahed memberi tahu seluruh dunia tentang pengalaman dan perlakuan terhadap perempuan dan anak di bawah umur [Palestina] di penjara Israel," ungkapnya.

Menurut Dawoud Yusef, koordinator advokasi untuk kelompok hak-hak tahanan Palestina Addameer, wanita Palestina mengalami penganiayaan berat di penjara-penjara Israel.

Ia mencatat bahwa penjaga Israel “biasanya terlibat dalam pelecehan seksual terhadap tahanan wanita, baik secara verbal maupun fisik."

Wanita Palestina juga menghadapi bentuk pengabaian yang ekstrem di penjara, seperti otoritas penjara Israel yang menolak untuk memberikan “produk sanitasi yang diperlukan” kepada tahanan wanita Palestina, kata Yusef.

Dalam kasus perempuan di bawah umur yang ditahan di penjara-penjara Israel, “hal-hal yang menonjol adalah efek mental dari pelecehan semacam itu, dikombinasikan dengan rasa malu atas seluruh cobaan itu,” tambah Yusef.

Sementara itu, Ahed sendiri telah mengungkapkan pengalaman buruknya berada di penjara Israel.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved