Breaking News:

Heli Polda Babel Kejar Kapal Hantu

Polisi Bergumul di Kubangan Lumpur, Evakuasi Kapal Hantu yang Terjebak di Hutan Bakau

Puluhan Anggota Direktorat Polairud Polda Bangka Belitung (Babel), berjibaku di kubangan lumpur Hutan Bakau Tanjung Jati Kabupaten Ogan Komering Ilir

Penulis: Antoni Ramli | Editor: Fery Laskari
istimewa
Puluhan Anggota Direktorat Polairud Polda Babel, berjibaku di kubangan lumpur Hutan Bakau Tanjung Jati Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan. (Ist/Polda Babel) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA - Puluhan Anggota Direktorat Polairud Polda Bangka Belitung (Babel), berjibaku di kubangan lumpur Hutan Bakau Tanjung Jati Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI)  Sumatera Selatan (Sumsel).

Sejak, Kamis (10/6/2021) kemarin hingga saat ini, Personel Direktorat Polairud Polda Babel, terus berupaya mengevakuasi Kapal Hantu, yang diamankan dan karam di hutan bakau tersebut.

Berdasarkan dokumentasi foto dana video yang diterima Bangkapos.com, puluhan personel sedang berjibaku di atas kubangan lumpur. Seluruh organ tubuh mereka nyaris dilumuri lumpur.

Bahkan, sebagian dari mereka terlihat hanya mengenakan celana pendek saja.

Aba aba dimulai pada hitungan satu, dua dan tiga, menyeruak dari dalam hutan bakau disertai tarik menarik tali tambang yang dililit persis di depan badan kapal.

"Satu, dua, tiga, tarik, satu dua tiga tarik," ujar seruan komandan yang terdengar dari video dokumentasi Direktorat Polairud Polda Babel yang diterima harian ini, Jumat (11/7/2021)

Dua tali tambang yang panjangnya diperkiran puluhan bahkan ratusan meter, tampak terlilit di antara pepohonan hutan bakau. Tali tersebut dililit ke moncong kapal hantu.

Sejumlah pepohonan di dalam hutan Tanjung Jati, terpaksa dipangkas, guna membuat parit dan jalur evakuasi kapal hantu. Sementara, sepanjang badan kapal tampak terpasangan garis polisi.

Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung, Kombes (Pol) Maladi, menyebut evakuasi berlangsung sejak kemarin hingga saat ini.

"Evakuasi dimulai sejak kemarin dan sampai saat ini terus dilakukan, karena medannya cukup sulit berlumpur, pastinya tidak mudah untuk mengevakuasi kapal itu," ujar Maladi, Jumat (11/6/2021). (Bangkapos.com /Anthoni Ramli) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved