Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Rp900 Juta Anggaran yang Disiapkan Pemkot Pangkalpinang Untuk Wisma Karantina dan Petugas Pemakaman

Adapun anggaran tersebut digunakan untuk wisma karantina dan petugas pemakaman pasien covid-19.

Ist/Boy Yandra
Proses pemakaman pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang meninggal dunia di Kabupaten Bangka. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang, Dedi Revandi menyebut anggaran operasional untuk penangan covid-19 di BPBD sebesar Rp900 juta.

Adapun anggaran tersebut digunakan untuk wisma karantina dan petugas pemakaman pasien covid-19.

"Dalam satu tahun ini atau tahun 2021 ini anggaran operasional kita untuk penanganan covid-19 di Kota Pangkalpinang sebesar Rp900 juta belum sampai satu miliar, nah ini kita gunakan untuk siap siaga wisma karantina kita dan petugas pemakaman," kata Dedi kepada Bangkapos.com, Jumat (11/6/2021).

Sementara anggaran pemulasaran jenazah covid-19 kata Dedi, langsung dari pihak rumah sakit, pihaknya hanya bertugas sebagai petugas pemakaman saja.

Lalu untuk pengelolaan wisma karantina Dedi mengatakan hingga kini terus dilaksanakan, meskipun saat ini tidak ada masyarakat yang memilih untuk dikarantina di wisma yang sudah disediakan pemerintah Kota Pangkalpinang.

"Untuk wisma karantina kita sifatnya siaga bukan tutup wisama kita, anggaran itu kita gunakan apabila ada masyarakat yang mau karantina di wisma yang sudah kita sediakan langsung siap kita gunakan kalau tidak ada anggaran itu tetap kita simpan sementara," jelasnya.

Begitu juga dengan petugas pemakaman, Dedi menuturkan sekali pemakaman petugas yang diturunkan sebanyak 10 orang.

"Petugas pemakaman juga seperti itu, kalau ada laporan kekita yang meninggal karena covid-19 baru anggaran itu kita turunkan," tuturnya.

Dedi menyebutkan, selain harus siap 24 jam, tantangan yang dihadapi tim pemakaman dalam melaksanakan tugas juga harus berhadapan dengan keluarga jenazah yang kerap kali tak ingin dimakamkan dengan protokol covid-19.

"Kita memberi ruang kepada keluarga jika ingin ikut, kami persilahkan tetapi mereka harus mengenakan APD (alat pelindung diri) dan mengikuti arahan dari kami. Kami melaksanakan pemakaman sesuai dengan keyakinan dari pihak keluarga. Kami tetap berkoordinasi dulu dengan mengedepankan musyawarah," jelas Dedi.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved