Breaking News:

Berita Bangka Tengah

Selama Pandemi, Investasi Tambak Udang Banyak Dilirik, Sepuluh Investor Terima Perizinan

Selama Pandemi Covid-19, Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTK) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng)

Penulis: Sela Agustika | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
 Kepala Bidang Penanaman Modal DPMPTK Bangka Tengah, Maizi. (Bangkapos.com/Sela Agustika) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Selama Pandemi Covid-19, Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTK) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), mencatat adanya penurunan laju investasi. 

Namun hingga saat ini, pihaknya pun kembali telah mencatat adanya kenaikan, terutama pada sektor perikanan di bidang tambak udang vaname yang saat ini dilirik para investor.

"Memang selama awal-awal pandemi kemarin untuk investasi ini menurun, namun saat ini kembali terjadi kenaikan pada awal Tahun 2021, dengan investasi yang masuk di berbagai sektor seperti perkebunan, perdagangan, perikanan termasuk usaha budidaya tambak udang Vaname yang memang saat ini sedang banyak dilirik," kata Kepala Bidang Penanaman Modal DPMPTK Bangka Tengah, Maizi, Jumat (11/6/2021).

Ia mengungkapkan, sejauh ini ada tujuh perusahaan yang terdata dan sudah mendapat izin usaha tambak udang vaname, namun ada juga beberapa perusahanan lainnya yang masih dalam tahap proses perizinan.

"Investasi tambak udang Vaname ini yang paling banyak dilirik investor selama Covid-19, di mana ada tujuh perusahaan yang mengajukan izin usaha tambak udang Vaname tersebut, yaitu PT Syirimpi Daya Lestari, PT Anugerah Laut Bangka, PT Berkah Bumi Laut Sentosa, PT Vannamei Berkah Bersama, CV Gunung Prima, CV Panorama Lintas Timur dan CV Tanjung Langka Tri Anugerah. Sementara untuk di Lubuk Besar masih dalam tahap proses perizinan, dan beberapa perusahaan lainnya ada juga masih dalm proses perizinan,"ungkap Maizi.

Diketahui sejak 2020-2021, pihaknya mencatat sudah ada 10 tambak udang vaname tersebar di Wilayah Bangka Tengah dan belum termasuk yang sedang mengurus proses perizinan.

Maizi menyatakan, prospek investasi tambak udang vaname di Bangka Tengah sangat menjanjikan, namun pihaknya masih terkendala dalam hal pengambilan pajak.

"Perkembangan investasi tambak udang di Bangka Tengah untuk prospeknya sangat menjanjikan dan tinggi, namun kita kesulitan di pengambilan pajaknya. Kendala utamanya kita jual ke daerah lain dan daerah tersebut yang ekspor ke luar negeri, sehingga pemasukan pajak ke kita tidak besar dan juga untuk benih udangnya kita masih beli dari luar," jelasnya.

"Bayangkan jika kita yang kelola langsung dan ekspor sendiri, otomatis pajak ke kitanya besar dan ke depannya kita berharap bisa menghasilkan benih udang sendiri, sehingga tidak perlu beli dari luar lagi," tambah Maizi.

Ia menilai, adanya investasi yang masuk, terkhususnya usaha budidaya tambak udang Vaname ini sangat berpengaruh pada penyerapan tenaga kerja.

"Ini sangat berpengaruh terhadap SDM kita apalagi untuk masyarakat sekitar, di mana ada penyerapan tenaga kerja, namun untuk level-level tertentu saja yang masih terjangkau. Sementara dari dampak lingkungannya sendiri, seperti limbah yang langsung dibuang ke sungai yang saat ini masih menjadi permasalah," katanya.

Sebelumnya disebutkan, untuk investasi paling tinggi di Bangka Tengah saat ini berada pada sektor perkebunan dan perdagangan.

Maizi menyampaikan bahwa pihaknya siap menerima dan melayani siapa pun yang ingin berinvestasi di Bangka Tengah, di mana pihak perusahaan pun harus siap berkomitmen.

"Jika mau investasi di Bangka Tengah pasti akan dipermudah, karena kita senang sekali dengan adanya investasi. Namun memang komitmen nya harus dipenuhi dulu seperti persyaratan dalam perizinan usaha, baru izin usaha dapat di keluarkan," ujar Maizi. (Bangkapos.com/Sela Agustika)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved