Breaking News:

Banjir di Pangkalpinang

Suparlan: Penanganan Banjir 2021 di Pangkalpinang Secara Bertahap

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pangkalpinang, Suparlan Dulaspar menyebut, penangan banjir 2021 di kota ini memang menjadi program prioritas

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Pangkalpinang, Suparlan Dulaspar.(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pangkalpinang, Suparlan Dulaspar menyebut, penangan banjir 2021 di kota ini memang menjadi program prioritas, namun penanganan sementara yang dapat dilakukan adalah pengerukan sidementasi.

Sementara menunggu perencanaan lebih kanjut dari Kemntrian PUPR terkait penanganan banjir. "Kalau yang sampai saat ini terus kami lakukan oengerukan sidementasi itu lah, kalau sudah penuh kami keruk tidak ada jadwal khusus kalau dilihat sudah mulai penuh langsung kami keruk dalam rangka menormalisasi sungai yang ada di Kota Pangkalpinang," ujar Parlan sapaan akrab Suparlan kepada Bangkapos.com, Jumat (11/6/2021).

"Sedikitnya kita berusaha untuk memperlancar air jika curah hujan cukup tinggi seperti hari ini, intinya kita tangani bertahap kurangi sedikit-sedikit," lanjutnya.

Kata Parlan, perubahan sementara sebab sering dilakukannya normalisasi sungai banjir yang biasanya surut dalam waktu satu jam itu dapat kebih cepat selesai karena aliran sungai sudah sedikit lancar.

"Kalau kurangnya pasti ada kalau yang sebelumnya surut dalam waktu satu jam sekarang setengah jam sudah surut, tadi dilokasi saya cek juga sudah surut ini karena kita rutin lakukan normalisasi sungainya setelah hujan reda air langsung ngalir lagi," jelasnya.

Diakui Parlan, kalau untuk mengehilangkan seutuhnya banjir di Kota Pangkalpinang ia tak mampu, hanya saja pihaknya selalu berusaha semaksimal mungkin untuk memininalisir terjadi banjir.

"Kalau menghilangkan banjir itu susah karena eksisting tanah Pangkalpinang seperti kuali, jadi daerah Puncak sampai Pelipur terus jalan Balai kondisinya seperti itu. Sehingga kondisi pasang seperti saat ini kondisi air sama posisinya, dengan tanah di sana. Tapi kita tetap berbuat dengan di normalisasi, setidaknya mempercepat air surut," jelasnya.

Untuk normalisasi khusunya sungai Rangkui, Parlan kembali menegaskan pihaknya terus melakukan pengerukan sendimentasi sungai untuk meminimalisir terjadinya banjir serta mempercepat surutnya air jika terjadi banjir.(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved