Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Tahun 2021 Ini, Dinkes Bangka Belitung Terima Anggaran Penanganan Covid-19 Hampir Rp15 Miliar

Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung pada tahun 2021 ini hanya menerima anggaran sebesar Rp15 Miliar

KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN
Ilustrasi uang 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung pada tahun 2021 ini hanya menerima anggaran sebesar Rp15 Miliar, dana operasional untuk penanganan Covid-19.

"Anggaran ini untuk bahan habis pakai laboratorium PCR Covid-19, operasional asrama karantina Covid-19 di awal tahun. Selanjutnya seiring telah beroperasinya RS Covid-19 untuk karantina di fokuskan ke RS Covid-19 di Air Anyir.

Dana ini juga digunakan untuk insentif tenaga laboratorium Covid-19 di Balai Labkesda, serta untuk tracing, tracking, komunikasi edukasi pengendalian covid-19 bahkan operasional pelaksanaan vaksinasi Covid-19," jelas Kasubag Perencanaan Dinkes Bangka Belitung, Meiristia saat dikonfirmasi Bangkapos.com, Jumat (11/6/2021).

Sementara itu, pada tahun 2020 lalu, Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung menerima alokasi dana anggaran penanangan Covid-19 sebesar Rp40 Miliar.

Anggaran sebesar itu diterima pada tahun lalu, untuk penanganan di wisma karantina dan dana insentif nakes yang menangani Covid-19 di lingkungan pemprov melalui dinas kesehatan.

"Lalu ada transfer anggaran dari pusat pembelian alat PCR dan insentif tenaga nakes Covid-19 tahun kemarin satu pintu di dinas. Kalau tahun ini untuk nakes covid-19 RSUP dianggarkan oleh rumah sakit sendiri," kata Meiristia.

Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa dana penanganan Covid-19 dari beberapa sumber tidak hanya dari anggaran pendapat belanja daerah (APBD) tetapi ada juga dari dana bantuan operasional kesehatan (BOK).

"Kebetulan tahun ini, kalau dikatakan cair, sudah ada beberapa yang cair dan ada beberapa yang anggaran alokasi khusus, juknisnya baru turun sehingga kami baru melakukan refocusing dan reformulasi anggaran, meskipun seperti itu, pelaksanaan vaksinasi tetap berjalan," kata Meiristia.

Secara juknis untuk dana alokasi khusus (DAK) sebesar 35-40 persen digunakan untuk penanganan Covid-19, implementasi disesuaikan dengan juknis yang telah ditentukan.

"Kayak untuk transfer daerah kurang lebih 30 persen Dana Insentif Daerah (DID) dan 8 persen Dana Alokasi Umum (DAU) untuk bidang kesehatan, itu untuk penanganan Covid-19 tetapi tidak hanya untuk dinkes, ada juga untuk rumah sakit," kata Meiristia.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved