Breaking News:

301 Orang Terpapar Covid-19 di Bangka Belitung Meninggal Dunia, Paling Banyak Laki-laki

Yang paling banyak dari 301 orang meninggal dunia ini yakni laki-laki, mencapai 165 orang atau, sedangkan perempuan 136 orang

Editor: rusmiadi
Istimewa
Proses pemakaman pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang meninggal dunia. 

BANGKAPOS.COM, PANGKALPINANG - Kasus orang terpapar Covid -19 meninggal dunia di Bangka Belitung (Babel) meningkat, bila dibandingkan dengan pekan lalu. Hingga Sabtu (12/6/2021) secara kumulatif sudah mencapai 301 orang atau 1,53 persen dari total kasus.

Dari 301 orang meninggal dunia tersebut, termasuk dari penambahan orang terkonfirmasi Covid-19 meninggal dunia pada hari Jumat (11/6/2021) sebanyak dua orang dari Bangka Tengah dan Belitung, serta pada hari Sabtu (12/6/2021) satu orang dari Bangka Selatan.

“Orang yang meninggal dunia akibat Covid-19 naik dibandingkan dengan pekan sebelumnya, dimana lonjakan kasus kematian atau orang meninggal Covid-19 terjadi terutama di Pangkalpinang, Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah,Belitung, Bangka Selatan, lalu Belitung Timur,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Babel, Andi Budi Prayitno, Sabtu (12/6/2021).

Dari catatan Satgas Penanganan Covid-19 Babel, diketahui kelompok usia terpapar Covid-19 yang paling banyak meninggal dunia yakni antara usia 55 - 69 tahun berjumlah140 orang, lalu usia diatas 70 tahun sebanyak 72 orang, antara usia 45-54 tahun sebanyak 48 orang, usia 20-44 tahun berjumlah 36 orang dan anak-anak usia 5-14 tahun sebanyak 4 orang dan balita 1-4 tahun ada satu orang.

Sedangkan jenis kelamin yang paling banyak dari 301 orang meninggal dunia ini yakni laki-laki, mencapai 165 orang atau 54,82 persen, sedangkan perempuan 136 orang atau 45,18 persen.

Andi memaparkan sepanjang 1-12 Juni 2021, kasus positif Covid-19 di Babel mengalami kenaikan sebanyak 1.361 orang atau 7,44 persen.
Sementara kasus yang dinyatakan sembuh atau selesai menjalani isolasi bertambah sebanyak 2.050 orang atau naik 12,63 persen. Sedangkan kasus meninggal dunia terpapar Covid-19 bertambah sebanyak 32 orang atau naik 11,90 persen.

Terjadinya penularan Covid-19 yang masif dan lonjakan kasus kematian akibat Covid-19 di sejumlah daerah ini menurut Andi, ditengarai disebabkan oleh meningkatnya mobilitas dan kegiatan berkerumun masyarakat di tempat-tempat keramaian dan fasilitas publik.

Hal ini berupa aktivitas ekonomi, pendidikan, tak terkecuali aktivitas keagamaan dan rekreasi atau pariwisata, lantaran melalaikan dan mengabaikan atau tidak mengindahkan penerapan protokol kesehatan (prokes).(*)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved