Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Lemari Pendingin RSUD Depati Hamzah Rusak, Jenazah ABK Kapal Tanker Dipindahkan ke Rumah Duka

Jenazah Jay Clarence M Gapuz (53) seorang anak buah kapal (ABK) Tanker Bahamas LNG Dream yang meninggal dunia saat berlayar akhirnya dipindahkan.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: El Tjandring
Bangkapos/Cepi Marlianto
Proses pemindahan jenazah Jay Clarence M. Gapuz (L) dari RSUD Depati Hamzah, Pangkalpinang ke Rumah Duka Sentosa, Sabtu (12/6/2021). 

"Saat ini jenazah masih di RSUD Depati Hamzah," sebut Fazzli.

Meninggal bukan karena Covid-19

Tim medis dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dr. M Leo mengungkapkan, dari hasil sample swab antigen yang dilakukan, jenazah Jay Clarence M Gapuz dipastikan tidak terpapar Covid-19.

"Dari pengambilan sample swab antigen melalui hidung tidak teridentifikasi terpapar Covid-19," ujar Leo.

Ditambahkan dia, saat dievakuasi korban juga telah dinyatakan meninggal dunia.

"Status korban telah meninggal dunia, dengan kondisi keluar cairan dari hidung berwarna merah tua, diduga darah yang keluar sudah lama," jelas dia.

Lebih lanjut, petugas juga melakukan rapid tes terhadap 19 ABK Tanker Bahamas LNG Dream yang hendak bertolak menuju Australia tersebut.

"Untuk hasilnya semua dinyatakan negatif Covid-19," pungkas Leo.

Basarnas Evakuasi ABK Kapal Meninggal Dunia

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pangkalpinang, melakukan evakuasi terhadap satu orang ABK Tanker Bahamas LNG Dream yang meninggal dunia saat berlayar.

Informasi tersebut diterima Basarnas, Via E-mail BCC, Jumat (11/6/2021) pada pukul 06.04 WIB, bahwa satu ABK kapal Tanker Bahamas LNG Dream membutuhkan Medis Evacuation (Medevac).

Kepala Basarnas Pangkalpinang Fazzli, membenarkan bahwa ada informasi satu orang ABK, meninggal dunia di kapal tersebut. Diketahui kapal LNG Dream ini berangkat dari Higashi Ohgishima Jepang ke Austarlia pada Minggu (23/5/2021) lalu.

"Pada hari ini pukul 06.00 WIB, salah satu ABK kapal atas nama Jay Clarence M. Gapuz (L) berkewarganegaraan Filipina mengalami henti nafas, henti jantung dan meminta dilakukan Medevac," kata Fazzli, Jumat (11/6/2021).

Fazzli mengatatakan, kapal itu saat ini berada pada titik koordinat 0 43'24.00"S107 5'24.00"E, di Perairan Laut Natuna. Mendapat info tersebut, pihaknya langsung membuka operasi SAR gabungan.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved