Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Update Covid-19 Bangka Tengah, Tambah 17 Kasus Baru, Sebaran Tertinggi di Kecamatan Pangkalanbaru

Berdasarkan update data dari Dinas Kesehatan Bangka Tengah, hari ini Sabtu (12/6/2021) kasus positif bertambah sebanyak 17 orang.

Penulis: Sela Agustika | Editor: El Tjandring
Bangkapos.com/Sela Agustika
Plt Kepala Dinas Kesehatan Bangka Tengah Zaitun 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Penambahan kasus Covid-19 di wilayah Bangka Tengah terus terjadi. Berdasarkan update data dari Dinas Kesehatan Bangka Tengah, hari ini Sabtu (12/6/2021) kasus positif bertambah sebanyak 17 orang.

Hingga kini total kasus konfirmasi positif Covid-19 di wilayah Bangka Tengah berjumlah 2.501. Sementara jumlah kasus yang aktif sebanyak 195 orang, dengan jumlah pasien positif yang meninggal sebanyak 35 orang.

Pelaksana Tugas (Plt) Dinkes Bangka Tengah, Zaitun mengatakan trend perkembangan kasus konfirmasi positif Covif-19 di wilayahnya saat ini memang fluktuatif (naik turun - red).

"Untuk tren perkembangan ini tak menentu. Kemarin sempat turun, tetapi hari ini kembali naik. Kita Dinkes selalu berusaha untuk melakukan Penyelidikam Epidemiologi (PE) dan Tracking ke orang-orang terdekat yang kontak erat dengan pasien positif," ungkap Zaitun kepada Bangkapos.com, Sabtu (12/6/2021).

Sementara berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan Bangka Tengah, ada tiga kecamatan dengan angka tertinggi sebaran kasus positif di antaranya, Kecamatan Pangkalanbaru, yang kemudian diikuti oleh Kecamatan Koba dan Kecamatan Simpangkatis.

Kata Zaitun, Pemerintah Kebupaten Bangka Tengah terus akan fokus untuk menekan angka kasus covid-19 ini dengan berbagai upaya, seperti melakuksn sosialisasi protokol kesehatan dan mengadakan vaksinasi.

Bahkan ia juga meminta kepada masyarakat agar tidak menganggap remeh penyebaran kasus Covid-19 ini.

"Covid-19 ini ada dan nyata, makanya kita harus tetap waspada. Salah satu upaya pencegahan yang sampai saat ini masih terus kita lakukan, yaitu vaksinasi, namun tetap penerapan prokes 3 M jadi poin penting yang harus selalu di jaga," ujarnya.

Lanjutnya, ia menyebutkan bahwa pihaknya tidak menyarankan maysrakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 untuk melakukan isolasi mandiri, terkecuali bagi Ibu menyusui dan Lansia sakit yang sudah tidak bisa lagi beraktivitas.

"Kami tidak menyarankan isolasi mandiri, di mana sesuai kebijakan kami telah menerapkan PPKM mikro dan menyaranakan pasien positif untuk katantina di sana, karena dari segi pemantauan kita juga sudah punya tim gugus yang standby di masing-masing kecamatan atau Desa yang menerapkan PPKM Mikro ini," kata Zaitun.

Bangkapos.com/Sela Agustika

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved