Breaking News:

Berita Pangkalpinang

451 Siswa SMA di Babel Drop Out Karena Pernikahan Dini dan Hamil di Luar Perencanaan

451 Siswa SMA di Babel Drop Out Karena Pernikahan Dini dan Hamil di Luar Perencanaan

Editor: M Zulkodri
Bangka Pos/ Resha Juhari
Ilustrasi Siswi SMA 

BANGKAPOS.COM--Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat anak putus sekolah khususnya jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) pada 2019-2021 terdata sebanyak 2.348 siswa.

Mirisnya dari jumlah tersebut, selain karena masalah ekonomi dan masalah lainnya, 451 siswa putus sekolah disebabkan pernikahan dini atau karena hamil di luar perencanaan.

Hal ini menjadi perhatian serius dari pemerintah, tidak terkecuali dari Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Roesman

" Berdasarkan data sejak pandemi siswa drop out dua ribu lebih, 450 sekian karena kehamilan tidak direncanakan. Ini masalah serius, disamping kita Provinsi Babel posisi ke-5 perceraian secara nasional. Kalau ini tidak diperhatikan, akan berdampak pada pendidikan anak kita dan keberlangsungan pendidikan," ujar Erzaldi kepada bangkapos.com saat ditemui di rumah Dinas, Jumat (28/5) lalu.

Untuk itu, satu di antara solusi yang coba diterapkan lanjut Erzaldi, memberi peningkatan kompetensi guru Bimbinngan Kesiswaaan (BK) dengan membekali tambahan pengetahuan ilmu psikologi oleh tenaga ahli. Agar cepat tanggap menyikapi permasalahan siswa.

" Ini Guru BK harus diupgrade latih dengan cara lebih baik hingga ke pusat psikologi di Jakarta selama tiga hari dua malam," ucapnya.

Diharapkan dengan pelatihan itu apabila Guru BP sudah praktek dan lancar, maka akan dikolaborasikan dengan DAI desa yang menjadi pioner dalam pelaksanaan program dari badan penyelesaiaan, perceraian dan perkawinan.

" Nanti mereka kolaborasi, ini masalah mental maka ada caranya sekaligus menekan angka perceraian dan jumlah siswa yang drop out," ucapnya.

Gubernur Erzaldi Rosman
Gubernur Erzaldi Rosman (Diskominfo Babel)

Selain itu, Erzaldi juga berharap peran dari masing-masing orangtua agar tidak cuek dalam mendidik anaknya, selain pemahaman  yang harus diberikan guru BP untuk terus memotivasi memberikan yang terbaik kepada siswanya.

Gerak cepat pemerintah dalam mengatasi hal ini juga telah dilakukan dengan mengelar Forum Group Discussion (FGD) bersama Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) Bangka Belitung dipimpin langsung Gubernur Bangka Belitung, Kamis (10/6) kemarin.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved