Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Langgar Prokes, Senam Tik Tok Goyang Aduh Mamae di Desa Batu Belubang Ditegur Satgas Covid-19 Babel

Kegiatan senam masal dengan iringan lagu Tik Tok 'Goyang Aduh Mamae' tengah ramai saat ini.

Penulis: Riki Pratama | Editor: nurhayati
Ist/Satgas Covid-19 Babel
Kegiatan senam masal dengan iringan lagu Tik Tok "Goyang Aduh Mamae" tengah ramai saat ini. Potongan video dengan durasi satu menit, sembilan detik itu, memperlihatkan ratusan warga berkerumuan, tidak mematuhi protokol kesehatan. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kegiatan senam masal dengan iringan lagu Tik Tok 'Goyang Aduh Mamae' tengah ramai saat ini.

Potongan video dengan durasi satu menit, sembilan detik itu, memperlihatkan ratusan warga berkerumuan, tidak mematuhi protokol kesehatan.

Kejadian itu terjadi di Desa Batu Belubang Kabupaten Bangka Tengah, pada Minggu (13/6/2021) kemarin.

Dengan hebohnya kabar tersebut berujung pada tindakan dari Satgas Covid-19 Babel yang melakukan swab ke seluruh masyarakat yang hadir di kegiatan senam Tik Tok.

Sekretaris, Percepatan, Penanganan Satgas Covid-19 Bangka Belitung, Mikron Antariksa, mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan informasi terkait kerumunan masyarakat tersebut yang melakukan senam massal dengam iringan lagu TikTok.

Mikron menegaskan, pihaknya akan turun langsung melakukan pengawasan di Desa Batu Betumpang.

Pihaknya berencana akan melaksanakan swab massal dengan seluruh masyarakat yang hadir dalam kegiatan senam.

"Kegiatan dengan kerumunan ini jangan sampai membuat penyebaran Covid-19 semakin meluas. Sehingga untuk melakukan antisipasi kita akan swab seluruh masyarakat yang hadir," tegas Mikron kepada Bangkapos.com, Senin (14/6/2021).

Untuk waktu pelaksaan swab akan dilakukan, Mikron, menjelaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung terkait swab rapid antigen yang akan dilakukan nantinya.

"Secepatnya kita rapid antigen, sekarang ini kita sedang koordinasi dengan Dinas Kesehatan Babel. Terkait berapa banyak rapid tes antigen yang akan disiapkan untuk swab massal itu," jelasnya.

Mikron mengatakan kegiatan tersebut, diketahui dilaksanakan oleh pihak Badan Usaha Milik Desa Batu Belubang, yang sangat disayangkan karena melakukan kerumunan tanpa menerapkan prokes Covid-19.

"Infonya panitia penyelenggara keramaian itu, pihak Bumdes Batu Belubang, kami minta Satgas Bangka Tengah memberikan teguran,"harapnya.

Mikron sangat menyayangkan kerumunan seperti itu terjadi disaat kondisi Covid-19 masih terus terjadi.

"Kita sangat sayangkan hal itu terjadi, walupun pihak panitia sudah melakukan pemeriksaan suhu tubuh dan masyarakat menggunakan masker. Tetapi harus tetap mematuhi peraturan terkait legiatan yang mengumpulkan orang yang begitu banyak," sesal Mikron.

Dia mengatakan, untuk saat ini kondisi penyebaran Covid-16 di Desa Batu Belubang, pada 7 hingga 13 Juni masuk dalam zona hijau, tetapi tidak untuk Kecamatan Pangkalan Baru, Bangka Tengah masuk dalam zona merah. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved