Breaking News:

Narkoba

Mengulik Bahaya Ganja pada Tubuh Mulai dari Batuk Kronis sampai Kematian

Efek ngeri penggunaan ganja disinyalir mulai dari kacaunya beberapa sistem pada tubuh sampai menyebabkan kematian

Penulis: Nur Ramadhaningtyas | Editor: Teddy Malaka
Freepik/jcomp
Tanaman Ganja 

BANGKAPOS.COM -Baru-baru ini mantan vokalis Drive, Anji menambah daftar panjang pesohor yang ditangkap terkait penggunaan ganja. Tanaman atau daun ganja memang seringkali digunakan untuk tujuan memperoleh kesenangan atau pengobatan. 

Ganja tak hanya menyebabkan sensasi euforia serta halusinasi semata saja melainkan juga terdapat efek ngeri pada tubuh yang ditimbulkan setelahnya.

Melansir Healthline, berbagai metode mengonsumsi ganja dapat memengaruhi tubuh secara berbeda. Ketika ganja dihirup, asap ganja akan langsung masuk ke dalam paru-paru, senyawa tersebut segera memasuki aliran darah dan dengan cepat menuju ke otak dan organ lainnya. Efeknya dapat muncul dalam hitungan detik hingga menit.

Ada perdebatan seputar efek ganja pada tubuh. Orang-orang mengatakan berbagai efek fisik dan psikologis, dari bahaya dan ketidaknyamanan hingga penghilang rasa sakit dan relaksasi.

Cannabinoids adalah satu diantara bahan aktif ganja. Bahan aktif itu tidak ditemukan di tumbuhan lainnya di alam. THC atau Tetrahidrokanabinol adalah psikotropika yang merupakan senyawa utama dari ganja bertanggung jawab atas efek memabukkan ganja. Ini juga memiliki efek untuk kondisi seperti rasa sakit, mual, nafsu makan berkurang, insomnia.

Namun, masih banyak yang belum kita ketahui tentang THC. Sementara National Institutes of Health telah mendanai penelitian tentang kemungkinan penggunaan obat THC dan CBD, penelitian sangat sulit dan lambat karena larangan federal dan klasifikasi ganja sebagai obat Jadwal I.

Dalam beberapa tahun terakhir, sifat obat ganja telah mendapatkan penerimaan publik. Pada Maret 2021, 36 negara bagian ditambah District of Columbia telah melegalkan ganja untuk penggunaan rekreasi atau pengobatan.

Inilah yang kami ketahui tentang efek THC saat memasuki aliran darah Anda.

Seiring waktu, merokok ganja dapat menyebabkan batuk kronis dan masalah kesehatan lainnya. Selain efek langsung ganja, efek jangka panjang pun akan dirasakan tergantung seberapa sering dan bagaiamana mengonsumsinya. Berikut efek jangka panjang yang dirasakan oleh sistem dalam tubuh.

Sistem pernapasan
Sama seperti asap tembakau, asap ganja terdiri dari berbagai bahan kimia beracun, termasuk amonia dan hidrogen sianida, yang dapat mengiritasi saluran bronkial dan paru-paru. Asap ganja mengandung karsinogen, yang secara teoritis dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved