Breaking News:

Unjuk Rasa Mahasiswa

TigaTiga Kali Kirim Surat Audensi Tak Digubris Gubernur, Mahasiswa Singgung Oknum Protokol Pemprov

Tiga kali kirim surat audiensi tidak direspon gubernur, puluhan mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) datangi ke kantor gubernur

Penulis: Riki Pratama | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Riki Pratama
Tiga kali kirim surat audiensi tak direspon gubernur, puluhan mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) datangi ke kantor gubernur, pada Senin (14/6/2021). 

"Tidak ada sama sekali dijadwalkan, sehingga membuat kami sangat kecewa apalagi sudab sudah tiga kali. Tidak direspon dan tidak dibalas. Tentunya setelah menyampaikan tuntutan ini, kami  bukan hanya melaksanakan kegiatan serimonial, kami akan terus mengawal permasalahan dengan mendapatkan solusi bagaimana tercapai kesejahteran buruh,"tegasnya.

Rio menegaskan dirinya, tidak dapat menutup diri untuk kembali dengan gubernur nantinya. 

"Kami membuka ruang dialog kesepakatan berkaitan persoalan lain di Babel. Tetapi jangan memancing mahasiswa untuk berkerumun menyampaikan aspirasi.  Banyak persoalan dan beberapa isu serta permasalahan. Akan kami tindak lanjuti, kalau bertemu saja sulit, apa kami harus ada gerakan besar untuk mengeyuk langsung agar mereka hadir menemui kami," tegasnya.

Sementara mengenai aksi konfrensi pers yang dilakukan oleh mahasiswa, Wakil Gubernur Bangka Belitung Abdul Fatah  berkomentar.

Abdul Fatah mengatakan dirinya sudah ingin melakukan pertemuan dengan mahasiswa, tetapi mahasiswa bersikeras ingin bertemu dengan gubernur.

"Untuk melakukan audiensi pada surat pertama tidak direspon. Kemudian dia mensurati lagi ingin bertemu lagi pada 3 Mei untuk ketemu dengan gubernur. Tetapi kemudian pada kesempatan itu yang melakukan itu kami, wakil gubernur dengan kepala dinas tenaga kerja. Tetapi, mereka tidak mau, karena sepakat harus hadir gubernur karena orang paling berwenang di Babel," jelas Abdul Fatah.

Tidak puas hanya bertemu dengan Wagub, Abdul Fatah mengatakan, mahasiwa kembali mengirim surat audinsi ke tiga kalinya dengan batas waktu 25 Mei 2021, tetapi, belum ada surat balasan khusus dari gubernur.

"Itu mungkin yang membuat mereka merasa kecewa, tetapi rasa kecewa sebenarnya harus dilihat dengan kondisi gubernur sendiri. Ketika tidak dapat langsung ketemu pak gubernur sehingga melakukan gelar konfrensi pers, dan hari ini menyampaikan tidak dapat beraudiensi dengan gubernur," lanjutnya.

Abdul Fatah menegaskan berdasarkan peraturan pemerintah terdapat undang-undang apabila pimpinan daerah tidak berada di tempat yang dapat menyelesaikan pekerjaan diserahkan ke wakilnya.

"Karena gubernur berhalangan maka tugas ada dilaksanakan wakil kepala daerah itu mutlak. Tetapi mereka maunya dengan gubernur, jadi tunggu kapan punya waktu bertemu dengan mereka pak gubernurnya. Saya akan menyampaikan dan menyarankan ke beliau untuk berdialog, melakukan audiensi tujuan untuk menuju suatu kebaikan,"kata Abdul Fatah. (Bangkapos/Riki Pratama)

Halaman
1234
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved