Breaking News:

Tips Sehat

Ubah Kebiasaan-kebiasaan ini Agar Tidak Lewatkan Sarapan

Melewatkan sarapan membuat kebutuhan vitamin dan nutrisi tubuh kamu sulit terpenuhi. Maka dari itu hindari hal-hal ini jika tidak ingin melewatkan itu

Penulis: Magang4 | Editor: Teddy Malaka
Freepik/tirachardz
Ilustrasi Sarapan 

BANGKAPOS.COM - Sarapan adalah makanan terpenting dalam satu hari, pasalnya saat beraktivitas di pagi menuju siang tubuh membutuhkan energi dari sarapan yang masuk ke tubuh.

Tetapi hanya karena ini adalah pepatah populer tidak berarti merasa lapar di pagi hari.

Dan jika tidak, makan sarapan yang sehat mungkin terasa seperti sebuah tantangan.

Meskipun dalam beberapa kasus, kurang lapar di pagi hari bisa menjadi pertanda masalah serius, kemungkinan besar itu normal dan tidak perlu dikhawatirkan.

Berikut dilansir dari healthline kemungkinan alasan mengapa Anda tidak sarapan di pagi hari:

Makan malam terlalu banyak 
Salah satu alasan utama mengapa tidak merasa lapar saat bangun tidur adalah karena makan malam atau mengonsumsi camilan dalam jumlah banyak pada malam sebelumnya.

Demikian pula, makanan berlemak tinggi dapat mengubah kadar hormon tertentu yang terkait dengan nafsu makan dan perasaan kenyang, yang menyebabkan rasa lapar berkurang.

Jika Anda lebih suka menikmati makan malam besar dan melewatkan atau menunda sarapan keesokan paginya, itu tidak masalah – selama Anda memastikan mendapatkan nutrisi dan hidrasi yang Anda butuhkan sepanjang hari.

Bangun terlalu siang
47 persen responden di Indonesia mengakui sering menunda sarapan. Mungkin ini lah waktunya untuk mempertimbangkan perubahan dalam kebiasaan gaya hidup Anda demi kebaikan dan kesehatan Anda.

Cobalah bangun 15 menit lebih awal dari biasanya untuk menyiapkan sarapan cepat untuk Anda. Dengan sedikit lebih rileks, Anda membiarkan tubuh Anda bersiap sebelum menjalani aktivitas yang padat setiap hari.

Merasa cemas atau depresi
Kecemasan dan depresi dapat secara signifikan memengaruhi tingkat rasa lapar Anda. Selain gejala seperti gangguan tidur, kelelahan, dan kehilangan minat, depresi dapat menyebabkan perubahan nafsu makan.

Sementara itu, kecemasan dapat meningkatkan kadar hormon stres tertentu yang mengurangi nafsu makan.

Namun, kecemasan dan depresi mempengaruhi orang secara berbeda. Beberapa penelitian menemukan bahwa kondisi ini malah terkait dengan peningkatan nafsu makan dan asupan makanan bagi sebagian orang

Jika Anda mengalami kecemasan atau depresi dan menduga bahwa hal itu mungkin memengaruhi nafsu makan Anda atau aspek lain dari kesehatan Anda, bicarakan dengan profesional kesehatan untuk menentukan perawatan terbaik untuk Anda. (Bangkapos.com/Nur Ramadhaningtyas/Mg4)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved