Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Kadindik Babel Jelaskan Proses PPDB SMA/SMK ”Orangtua Jangan Takut Anak Tak Dapat Kouta”

Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahap pertama tingkat SMA/SMK telah selesai dilakukan.

Penulis: Riki Pratama | Editor: El Tjandring
Bangkapos.com/Riki Pratama
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung M Soleh. 

Dengan adanya tahapan satu dan dua ini memberikan kesempatan bagi siswa yang tidak dapat pada jalur prestasi. Ia bisa masuk ke jalur zonasi yang ada di tahap dua, tetapi apabila semua jalur tidak bisa, jangan dipaksakan karena sekolah swasta disiapkan. Kemudian alasan sekolah swasta biaya mahal, jangan khawatir, bagi siswa tidak mampu, pemerintah menyiapkan anggaran biayai SPP nya gratis.

Ini kami lakukan untuk mengakomodir jangan sampai siswa tidak sekolah karena tidak dapat di sekolah negeri. Karena kouta semua siswa dapat tertampung baik di SMA/SMK/MA negeri dan swasta.

Apa saja syarat untuk ikut jalur afirmasi pada PPDB tahun ini?

Kriterianya ia siswa kurang mampu, yang harus mengupload berkas pada pendaftaran online, seperti KK memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP), apabila tidak memiliki KIP bisa menggunakan kartu keluarga sejahtera atau bisa melalui surat keterangan tidak mampu sesuai rekomendasi dinas sosial.

Kenapa harus dari dinas sosial karena data terpadu keluarga tidak mampu ada di dinas sosial ini, yang dipakai ini surat keterngan tidak mampu. Jadi, cukup salah satunya saja dipenuhi, diutamakan juga siswa masuk dalam zonasi sekolah.

Kemudian siswa yang di luar zona sekolah bisa menggunakan jalur prestasi. Terutama siswa miskin dan dekat dengan sekolah. Karena, masak sudah dekat sekolah tidak diterima, dilihat jarak paling dekat, tujuan kita untuk mempermudah akses belajar.

Lalu apabila jarak dekat sudah dilihat ada persaingan disitu dapat melihat usia yang lebih tua maksimum 21 tahun per 1 juli.

Bagaimana syarat untuk masuk jalur prestasi?

Koutanya hanya 15 persen jumlah siswa yang diterima 10 persen untuk berprestasi dalam zonasi, kemudian sisanya luar zonasi 5 persen. Kriteria yang bisa mengikuti siswa yang dapat peringkat di kelas dari 1 sampai 5. Kalau tidak dapat peringkat boleh mendapat prestasi non akademik.

Ditunjukan dengan piagam juara satu hingga tiga. Dengan bobot nilai tingkat kabupaten/kota 5 poin, provinsi 10 poin, regional 15 poin, nasional 20 poin, internasional 30 poin nilainya.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved