Breaking News:

Kasus Covid-19 Bangka Belitung Melandai, Patuhi Prokotol Kesehatan dan Wajib 3M

Hingga Senin (14/6/2021), data kasus wraga terkonfirmasi positif covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melandai

Editor: Edi Yusmanto
Freepik
Ilustrasi virus corona 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -

Hingga Senin (14/6/2021), data kasus wraga terkonfirmasi positif covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melandai. 

Meski demikian ini bukan berarti masyarakat dan berbagai pihak terkait lengang untuk terus mengawasi dan tidak menjalankan protokol kesehatan. 

Sudah menjadi kewajiban semua orang untuk bersama-sama mematuhi standar kesehatan yaitu menjaga imunitas tubuh dengan mengatur pola makan, pola hidup dan semua hal yang baik.

Prokes 3 M yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak harus dilaksanakan secara kontinu. 

Sejak Minggu (13/6/2021) kasus di Babel hanya bertambah 43 kasus baru. Termasuk pada hari ini, Senin (13/6/2021) bertambah 44 kasus baru.

Dengan tambahan tersebut, total kasus di Babel 19.745 kasus, sembuh bertambah 124 kasus, total 18.548 kasus dan meninggal dunia bertambah 2 kasus, total 303 kasus.

Berdasarkam data yang dicatat Satgas Covid-19, Bangka Belitung menempati posisi ke-19 dari 34 provinsi Babel berada di atas Sulawesi Utara dengan 22 kasus, sementara di posisi pertama DKI Jakarta dengan 2.722 kasus baru.

Melihat kondisi kasus covid-19 Babel yang melandai Wakil Gubernur Bangka Belitung Abdul Fatah berkomentar.

Menurut Dia kondisi ini belum memastikan grafik kasus di Babel mengalami penurunan.

"Kelihatanya belum memiliki suatu kepastian akan stabil, walaupun saat ini mengalami landai secara terus menerus. Tetapi ada juga kadang naik dan turun kasusnya. Ini harus menjadi perhatian terus kita terus patuhi protokol kesehatan,"jelas Fatah kepada Bangkapos.com, Senin (14/6/2021) di tempat kerjanya.

Dia mengatakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat secara mikro harus dilakukan, terutama untuk daerah yang masuk zona merah dan memiliki peningkatan kasus.

"Pemberlakuan pembatasan skala mikro harus dilakukan, melakukan pembatasan secara mikro kalau sudah bergerak sama akan bisa mengtasi dari pada corona ini. mudah-mudahan, walaupun kita dalam kondisi kekurangan dari segi anggaran. Diharapkan anggaran di desa dapat dimanfaatkan untuk membantu penanganan,"harapnya.

Kendati demikian, hal yang paling penting yang bisa dilakukan adalah mematuhi protokol kesehatan dan menjalankan 3M yaitu mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak. Mari bersama lawan covid-19.  (Bangkapos/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved