Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Cemas Tunggu Hasil Pengumuman PPDB, Psikolog Berikan Empat Tips Ini

Psikolog sekaligus Dosen Program Studi (Prodi) Psikologi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) SAS Babel, Wahyu Kurniawan mengatakan

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Dosen Prodi Psikologi IAIN SAS Babel, Wahyu Kurniawan. 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Psikolog sekaligus Dosen Program Studi (Prodi) Psikologi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) SAS Babel, Wahyu Kurniawan mengatakan, masa pengumuman penerimaan peserta didik baru (PPDB) dinanti oleh seluruh keluarga baik dari orangtua dan anaknya sendiri.

"Penerimaan sekolah yang saat ini setelah di berlakukan sistem yang kita kenal berbagai jalur seperti zonasi, afirmasi, jalur perpindahan orangtua dan jalur prestasi memberikan kesempatan secara terbuka dan sudah sangat fear tentunya.

Tentu saja banyak kelemahan dari berbagai sisi tentang PPDB ini misalkan ditemukan beberapa kesalahan perhitungan jarak rumah melalui GPS dan lain sebagainya dan dinas setempat telah meminimalisir agar tidak terjadi celah celah yang di anggap merugikan masyarakat," ujar Wahyu, Rabu (16/6/2021).

Dia tak memungkiri, penuh harapan agar bisa mendapatkan sekolah yang di tujukan namun tentu saja rasa cemas dan takut menjadi hal yang manusiawi di alami oleh orangtua dan anak.

"Saat ini tidak lagi kita mengenal adanya sekolah favorit, sekolah unggulan sehingga semua anak berprestasi berkumpul pada sekolah-sekolah sesuai ketentuan yang berlaku. Kecemasan merupakan gejala psikologis yang umum di rasakan hal ini di akibatkan karena adanya sumber stress yang di munculkan.

Menurutnya, stress dalam psikologi terbagi menjadi dua meliputi :

1. Positif biasanya kecemasan yang di rasa normal namun beranggapan baik atas keputusan yang terjadi

2. Negatif dengan memunculkan reaksi yang distruptif atau merusak diri seperti cemas namun sulit tidur, melamun, mengurung diri dan cemas yang berdampak pada perubahan reaksi fisiologis.

"Kecemasan dianggap normal apabila di sertai dengan recovery yang baik, mudah berlalu, tidak merusak. Namun jika cemas mengakibatkan diri menjadi maslah (mudah marah, sensitif, sulit tidur) maka ini menjadi bahaya," kata Wahyu.

Ada beberapa tips yang bisa di jadikan cara agar kecemasan menurun meliputi :
1. Menganggap bahwa segala keputusan adalah hal yang terbaik sehingga mudah berserah diri bahwa akan ada pilihan yang tepat
2. Berpikiran positif bahwa dinas setempat sudah bekerja keras seobjektif mungkin agar semua anak bebas masuk ke sekolah yang dituju sesuai dengan sasaran sekolah yang diinginkan
3. Menambah aktifitas dengan mengganti kegiatan positif
4. Mencoba membuat alternatif yang paling rasional atas pilihan yang di harapkan dan hal terburuk yang akan terjadi. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved