Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Disebut Kapal Hantu, Karena Cepat, Tidak Pernah Sandar dan Kontak dengan Nelayan

Jangan salah persepsi, ini kapal hantu bukan berarti kapal ada hantunya ya. Ini adalah sebutan masyarakat babel

Penulis: Antoni Ramli | Editor: khamelia
Bangkapos.com/Anthoni Ramli
Barang bukti kapal Hantu yang sebelumnya sempat dievakuasi ke Dermaga Sadai, saat ini telah diamanakan di dermaga Direktorat Polairud Polda Bangka Belitung di kawasan jalan Lintas Timut, Desa air Anyir, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Belakangan ini nama kapal hantu santer jadi perbincangan. Bahkan tak sedikit yang bertanya soal asal muasal nama kapal hantu tersebut.

Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung, Kombes Pol Maladi, angkat bicara soal asal muasal nama kapal hantu yang santer belakangan ini.

" Jangan salah persepsi, ini kapal hantu bukan berarti kapal ada hantunya ya. Ini adalah sebutan masyarakat babel, yang mengetahui kapal ini melintas di perairan Babel," kata Maladi, Rabu (16/6/2021).

Kapal yang ditangkap di hutan bakau Tanjung Jati, OKI Sumatera Selatan, Sabtu (5/6/2021) lalu itu disebut- sebut sebagai kapal hantu karena keberadaan dan operasionalnya terbilang misterius.

"Disebut kapal hantu karena kapal ini tidak pernah berkomunikasi dengan nelayan, punya kecepatan tinggi,  dan kapal ini tidak pernah sandar dan berjalan saja," bebernya.

Selama operasi, kapal inipun tidak pernah singgah,  apalagi hanya untuk sekedar mengisi BBM. Umumnya nahkoda dan ABK kapal hantu telah menyiapkan stok BBM untuk operasi pulang dan pergi.

" Memang kapal ini membawa bbm sendiri untuk pulang pergi,  sebagaimana pengakuan ABK yang ditangkap membawa 12.000 botol minuman beralkohol tahun lalu," bebernya.

Dikatakan Maladi, kapal hantu yang ditangkap dari hutan Bakau Tanjung Jati OKI, memiliki kecepatan kurang lebih 40 sampai 50 knot.

Untuk itu, tidak memungkinkan jika kapal hantu diburu menggunakan kapal patroli Direktorat Polairud Polda Babel.

" Kecepatan kapal hantu yang baru ditangkap ini,  40 sampai 50 knot,  kalau kapal patroli biasa agak sulit mengejarnya,  makanya harus pakai helikopter," bebernya.

(Bangkapos.com / Anthoni Ramli)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved