Breaking News:

Advertorial

Kejaksaan Negeri Bangka Barat Gelar Syukuran HUT ke-28 PJI

Memperingati Hari Ulang Tahun ke-28 Persatuan Jaksa Indonesia (PJI), Kejaksaan Negeri Bangka Barat

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: El Tjandring
Ist (Kejari Bangka Barat)
Kejaksaan Negeri Bangka Barat memperingati HUT ke-28 Persatuan Jaksa Indonesia (PJI), Selasa (15/06/2021). 

BANGKAPOS.COM - Memperingati Hari Ulang Tahun ke-28 Persatuan Jaksa Indonesia (PJI), Kejaksaan Negeri Bangka Barat menggelar acara syukuran yang diikuti oleh Kepala Kejaksaan beserta para Jaksa di Kejaksaan Negeri Bangka Barat, Selasa (15/06/2021).

Acara syukuran diawali dengan mengikuti video conference bersama Jaksa Agung beserta jajaran di Kejaksaan Agung RI dan diikuti oleh Kejari dan Kejati seluruh Indonesia.

Setelah mengikuti video conference, Kejari Bangka Barat melanjutkan kegiatan dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Barat, Helena Octavianne selaku Pelindung PJI Kejaksaan Negeri Bangka Barat dan diserahkan kepada Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Bangka Barat Jan Maswan Sinurat, S.H. selaku Ketua PJI Kejaksaan Negeri Bangka Barat.

Kajari Bangka Barat, Helena Octovianne menyerahkan potongan tumpeng ke Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Bangka Barat Jan Maswan Sinurat, S.H. selaku Ketua PJI Kejaksaan Negeri Bangka Barat.
Kajari Bangka Barat, Helena Octovianne menyerahkan potongan tumpeng ke Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Bangka Barat Jan Maswan Sinurat, S.H. selaku Ketua PJI Kejaksaan Negeri Bangka Barat. (Ist (Kejari Bangka Barat))

Kejari Bangka Barat, Helena Octavianne bercerita sedikit terkait riwayat pengabdian Jaksa sebagai aparat penegak hukum, khususnya selaku Penuntut Umum, jauh melampaui usia organisasi Jaksa itu sendiri.

"Merujuk kata Adhyaksa dari Bahasa Sansekerta pada era Kerajaan Majapahit yang berarti Pengawas (opzichter) atau Hakim Tertinggi, pada masa pemerintahan Hindia Belanda dikenal Procureur General atau jabatan Jaksa Agung, hingga pada masa kemerdekaan, Magistraat yang pada masa HIR berfungsi sebagai Openbaar Ministerie diganti dengan kata Jaksa yang melakukan tugas penuntutan perkara pidana pada Pengadilan Negeri," ujarnya.

Kajari Bangka Barat saat memotong tumpeng memperingati HUT ke-28 PJI, Selasa (15/06/2021).
Kajari Bangka Barat saat memotong tumpeng memperingati HUT ke-28 PJI, Selasa (15/06/2021). (Ist (Kejari Bangka Barat))

Setelah itu profesi Jaksa terus mengalami berbagai perkembangan dan dinamika seiring perjalanan waktu. Menyadari pentingnya mengkonsolidasikan tugas–tugas Jaksa dalam melaksanakan profesinya yang senantiasa terus meningkat dengan dimensi permasalahan yang semakin luas dan kompleks, termasuk untuk memberikan perlindungan dan pemenuhan hak dan kepentingan para Jaksa dalam menjalankan profesi sebagai penegak hukum.

Sejumlah tokoh Jaksa Senior yang diprakarsai oleh Bapak SUHADIBROTO mengambil inisiatif untuk membentuk organisasi profesi Jaksa yang menjadi wadah berhimpun bagi para Jaksa guna memupuk tali persaudaraan, memperkokoh kesetiakawanan, dan meningkatkan integritas dan profesionalisme Jaksa. Dalam Musyawarah Nasional para Jaksa yang dilaksanakan pada tanggal 15 Juni 1993, peserta Rapat menyepakati membentuk organisasi Persatuan Jaksa Republik Indonesia (PERSAJA) .

"Seiring perjalanan waktu, perjuangan dan pengabdian Jaksa pada tugas luhur nan mulia sebagai pengawal kebenaran dan keadilan, menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM), serta berpegang teguh pada sumpah jabatan. Kemudian Tri Krama Adhyaksa telah mengalami perkembangan dan dinamika yang pasang surut, sejalan dengan dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara pada waktu itu," pungkasnya.

Dalam suasana dan semangat reformasi, mengemuka usulan sejumlah anggota PERSAJA untuk mengadakan pembaruan organisasi sebagai respon atas tuntutan transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan tugas penegakan hukum, maka diselenggarakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) PERSAJA di Jakarta pada tanggal 25 Maret 2009 yang melahirkan dua poin penting, yakni pertama mengubah nama Persatuan Jaksa Republik Indonesia (PERSAJA) menjadi Persatuan Jaksa Indonesia (PJI) dan kedua mengubah AD/ART Organisasi Profesi Jaksa.

Perubahan nama PERSAJA menjadi PJI tidaklah mengubah secara fundamental asas dan tujuan organisasi, sehingga ciri sebagai organisasi profesi Jaksa yang bertujuan memelihara dan memperkokoh kesetiakawanan anggota, membela dan memperjuangkan kepentingan anggota, meningkatkan integritas dan profesionalisme Jaksa, tetap melekat baik pada saat masih bernama PERSAJA maupun setelah berganti nama menjadi PJI.

Melalui Musyawarah Nasional PJI di Jakarta pada tanggal 28 Desember 2014 sehingga ditetapkan tanggal 15 Juni 1993 sebagai hari lahirnya PJI, sebagaimana lahirnya PERSAJA yang merupakan organisasi profesi Jaksa yang pertama.

Kejaksaan Negeri Bangka Barat akan melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) pada hari Jumat tanggal 18 Juni 2021 untuk memperingati HUT PJI ke-28, yang bekerja sama dengan Kantor Pertanahan/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Bangka Barat dengan tema “Legalitas Hak Atas Tanah dan Permasalahannya” dengan mengundang para Kepala OPD terkait di Pemkab Bangka Barat, para Camat se-Kabupaten Bangka Barat, para Lurah se-Kabupaten Bangka Barat dan APDESI Kabupaten Bangka Barat. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved