Breaking News:

Advertorial

Kejari Bangka Barat Ikuti Vicon Tindak Lanjut Temuan BPK-RI Bersama JAMWAS Kejagung RI

Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Barat, Helena Octovianne berserta para Kasi dan Kasubbagbin mengikuti Video Conference Tindak Lanjut Temuan BPK-RI.

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: El Tjandring
Ist (Kejari Bangka Barat)
Kajari Bangka Barat, Helena Octovianne berserta para Kasi dan Kasubagbin mengikuti video conference terkait Tindak Lanjut Temuan BPK-RI Bersama Jaksa Agung Muda Pengawasan Kejagung RI, Selasa (15/06/2021). 

BANGKAPOS.COM - Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Barat, Helena Octovianne berserta para Kasi dan Kasubbagbin mengikuti Video Conference Tindak Lanjut Temuan BPK-RI bersama Jaksa Agung Muda Pengawasan (JAMWAS)bertempat di Digital Room Kejaksaan Negeri Bangka Barat, Selasa (15/06/2021).

Bertindak selaku narasumber pada Video Conference tersebut yaitu Jaksa Agung Muda Pengawasan Dr. Amir Yanto, beserta Sekretaris Jaksa Agung Muda Pengawasan dan Inspektur Keuangan Jaksa Agung Muda Pengawasan Kejaksaan Agung RI.

Dalam video conference yang di ikuti oleh Kejari Bangka Barat tersebut, disampaikan oleh Jaksa Agung Muda Pengawasan Dr. Amir Yanto, bahwa penyelesaian temuan menjadi prioritas bagi Kejaksaan.

"Sehingga diharapkan tidak menjadi temuan BPK dan apabila terdapat temuan agar segera ditindaklanjuti dan diselesaikan, saat ini sudah terdapat aplikasi Sistem Informasi Pengawasan (SIWAS) sehingga dapat lebih mempermudah untuk menindaklanjuti temuan," ujarnya.

Jaksa Agung Muda Pengawasan Dr. Amir Yanto, beserta Sekretaris Jaksa Agung Muda Pengawasan dan Inspektur Keuangan Jaksa Agung Muda Pengawasan Kejaksaan Agung RI melaksanakan video conference terkait Tindak Lanjut Temuan BPK-RI, Selasa (15/06/2021).
Jaksa Agung Muda Pengawasan Dr. Amir Yanto, beserta Sekretaris Jaksa Agung Muda Pengawasan dan Inspektur Keuangan Jaksa Agung Muda Pengawasan Kejaksaan Agung RI melaksanakan video conference terkait Tindak Lanjut Temuan BPK-RI, Selasa (15/06/2021). (Ist (Kejari Bangka Barat))

Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Barat, Helena Octovianne setelah mengikuti video conference tersebut menyampaikan, dalam beberapa kegiatan rutin, Kejari Bangka Barat selalu melakukan koordinasi dengan instansi terkait terutama KPPN dan BPKP terutama dalam masalah penggunaan keuangan.

Selain itu, Kejaksaan Negeri Bangka Barat dalam melaksanakan penggunaan anggaran selalu memperhatikan prinsip akuntabel dan transparan serta melalui prosedur yang berlaku.

"Bukti dukung penggunaan anggaran juga telah dilengkapi dan dilakukan melalui proses pemeriksaan bidang pengawasan Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung dan juga dilaporkan secara rutin setiap awal bulan perihal Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) penggunaan anggaran ke Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung," pungkasnya.

Adapun Kejaksaan Negeri Bangka Barat saat ini sudah memperoleh predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada tahun 2020 lalu dan hendak menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Maka dari itu Kejaksaan Negeri Bangka Barat akan terus bergerak dan berkarya demi memperoleh predikat WBBM dan berharap agar Kejaksaan RI mendapatkan predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian). (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved