Breaking News:

Berita Sungailiat

Mulkan Sindir Camat dan Lurah Ongkang Kaki, Bakal Dievaluasi 

Bupati Bangka Mulkan mengancam akan mengevaluasi para camat dan lurah yang berleha-leha ongkang ongkang kaki. Ini disampaikan Mulkan

Penulis: deddy_marjaya | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Bupati Bangka Mulkan memberikan arahan kepada camat, lurah dan kades diruang OR Pemkab Bangka Rabu (16/6/2021) terkait PBB-P2.(Bangkapos.com/Deddy Marjaya) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bupati Bangka Mulkan mengancam akan mengevaluasi para camat dan lurah yang berleha-leha ongkang ongkang kaki. Ini disampaikan Mulkan saat digelarnya kegiatan pengendalian, pemeriksaan dan pengawasan pajak daerah di Kabupaten Bangka.

Kegiatan itu dalam rangka optimalisasi penerimaan khususnya pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan (PBB-P2), Rabu (16/6/2021).

Intinya para camat dan lurah termasuk para kades harus bekerja keras membantu pengumpulan pajak daerah, khususnya (PBB-P2).

"Jangan cuma berleha-leha ongkang kaki, harus bekerja keras agar realisasi PBB-P2 di wilayah segera tercapai 100 persen. Kalau tidak, akan saya evaluasi, akan saya evaluasi para kabid, camat, lurah yang berleha-leha. Akhir Desember ini ada mutasi," kata Mulkan.

Mulkan mengatakan jangan sampai menemukan para camat, lurah dan kades yang berleha-leha ongkang kaki. Para camat, lurah, Kaling, RT dan seterusnya harus saling berkoordinasi. Sebab tanggung-jawab penagihan pajak tugas bersama. Sudah sewajarnya setelah diberi amanah dan dipercaya 

"Sudah dikasih kesempatan oleh bupati jadi camat jadi lurah lalu lupa apa tugasnya. Diingatkan, saya beri kesempatan bapak ibu menduduki jabatan tapi jabatan itu harus diimplementasikan di lapangan jadi camat jadi lurah pake PIN, tapi tidak kerja, itu saya tidak mau. Kalau hanya sekedar memenuh menuhi organisasi menuruti Mulkan lebih baik dievaluasi tidak ada manfaat," katanya. 

Mulkan menambahkan, dirinya akan melihat peran para pejabat dalam upaya meningkatkan pendapatan asli daerah Kabupaten Bangka. Sebab satu satunya pendapatan adalah PBB-P2, di mana pemerintah pusat meminta pemerintah daerah menggali potensi potensi yan ada di daerah.

"Jadi kita jangan terlena dengan dana dana transfer dari pusat kalau nanti tidak ada lagi dana dari pusat kita ngangai," kata Mulkan.

Saat ini kondisi keuangan makin hari makin memperihatinkan. Tak hanya keuangan daerah namun keuangan pemerintah pusat juga memprihatinkan. Tahun 2021 Kabupaten Bangka ada pengurangan dana alokasi umum (DAU) sebesar Rp16,23 Milar.

Hal seperti inilah yang harus ditutupi melalaui PAD. "Betul tugas pendapadan daerah itu ada pada BPPKAD tapi tugas penagihan ada pada kita semua karena ada timbal baliknya," kata Mulkan.(Bangkapos.com/Deddy Marjaya)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved