Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Pedagang Sayur Positif Rapid Antigen Diisolasi di Tempat Ini

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pangkalpinang, Dedi Revandi menyebut, pedagang sayur yang dinyatakan positif

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Suasana Wisma Karantina Covid-19 Kota Pangkalpinang, Kamis (17/6/2021). (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pangkalpinang, Dedi Revandi menyebut, pedagang sayur yang dinyatakan positif rapid antigent dibawa ke Wisma Karantina Covid-19 Kota Pangkalpinang ,sejak pagi tadi.

Wisma karantina yang mulanya sepi dengan jendela tertutup itu kini dijaga oleh petugas BPBD berseragam, dan satu dokter jaga berpakaian biru tim medis di depan pintu wisma karantina.

Kata Dedi, saat ini pedagang sayur berinisial Ny S (41) Warga Kecamatan Girimaya itu masih sedang menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

"Kalau sekarang sedang dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, sample tes PCR nya sudah kita ambil, masih menunggu hasil tadi Ny S sudah membuat surat keputusan akan melanjutkan isolasi mandiri di rumah saja nanti siang akan kembali pulang ke rumah," ujar Dedi kepada Bangkapos.com, Kamis (17/6/2021).

Dedi mengatakan  pengawasan lebih lanjut akan dilakukan oleh Puskesmas setempat.

"Nanti pengawasan akan dilakukan oleh Puskesmas setempat, intinya nanti siang sudah bisa pulang dan diawasi oleh Puskesmas setempat," bebernya.

Menurutnya, wisma karantina memang segera dapat digunakan oleh masyarakat jika ditemukan hasil positif seperti ini.

"Memang kita sifatnya siap siaga kalau ada pasien yang masuk seperti ini kita langsung siap buka, kemarin kita bukan tutup hanya saja kemarin tidak ada yang menempati memang," tuturnya.

"Kita kerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk kalau ada pasien yang masuk segera dibuka dan dilakukan pemeriksaan langsung sekaligus ada dojter jaganya," tambah Dedi.

Kata Dedi, siapa siaga tersebut dilakukan agar lebih menghemat anggaran yang dikeluaran.

"Kalau kita terus buka otomatis anggaran kita terus terkucurkan kesana, percuma saja kalau tidak ada pasiennya makanya setelah kita evaluasi kita sifatnya siapa siaga saja," jelasnya. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved