Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Susenas 2020, Persentase Putus Sekolah Jenjang SMA di Bangka Belitung Tertinggi Secara Nasional  

Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2020, Badan Pusat Statistik mencatat Provinsi Bangka Belitung menjadi daerah yang persentas

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dwi Retno Wilujeng Wahyu Utami.(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2020, Badan Pusat Statistik mencatat Provinsi Bangka Belitung menjadi daerah yang persentase putus sekolah tinggi dari segi jenjang pendidikan sekolah menengah atas (SMA) secara nasional.

Persentase sebesar 3,53 persen lebih tinggi dari persentase rata-rata secara nasional yang hanya 1,13 persen.

Daerah kedua tertinggi adalah DKI Jakarta dengan persentase 2,78 persen kemudian disusul Lampung sebesar 2,51 persen.

"Ini perlu kita kaji lebih dalam, kemana ini mereka, apakah putus sekolah, apakah karena kerja atau menikah muda. Jadi ada banyak alasan mereka putus sekolah, ini menjadi alarm (peringatan) bagi kita bersama," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dwi Retno Wilujeng Wahyu Utami saat ditemui bangkapos.com, Kamis (17/6/2021).

Sementara untuk jenjang SD, Bangka Belitung tercatat rendah hanya 0,05 persen dibandingkan daerah lain dan rata-rata nasional sebesar 0,11 persen.

Serupa juga dengan jenjang SMP, Bangka Belitung tercatat rendah 1,00 persen bila dibanding beberapa daerah dan rata-rata nasional sebesar 1,04 persen.

Untuk jenjang SD dan SMP, Papua menjadi daerah yang tinggi persentase putus sekolah sebesar 2,47 persen dan 4,49 persen.

"Kalau kita amati, SD dan SMP masih dibawah rata-rata nasional. Tetapi SMA ini tertinggi dibandingkan daerah lain. Untuk mengetahui alasan ini, penting sekali kajian lebih dalam ranah para penelitian dan yang berwewengan. Sesuai fungsi kita hanya menyediakan data dasar," kata Dwi.

Menyikapi kondisi ini, BPS Bangka Belitung yang sudah menyampaikan hasil tersebut kepada pemerintah dalam menentukan kebijakan kedepannya.

"Sehingga memang harus ada upaya afirmasi dari berbagai pihak supaya anak-anak muda ini punya semangat tinggi dalam menyelesaikan pendidikannya.

Kita harus punya pendidikan yang baik, SDM yang baik, kesehatan yang baik dan lapangan kerja yang baik ketika mereka lulus.

Kondisi ini perlu perhatian segala pihak, tidak hanya dinas pendidikan agar memberikan dorongan putus sekolah di tingkat SMA tidak semakin memburuk," kata Dwi. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved