Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Wantannas Akan Usul ke Presiden Bangka Belitung Jadi Role Mode Penanggulangan Krisis Energi

Wantannas mencanangkan Bangka Belitung menjadi role model daerah untuk menanggulangi masalah krisis energi dan pangan secara nasional.

Penulis: Riki Pratama | Editor: El Tjandring
Bangkapos/Riki Pratam
Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional Laksdya TNI Harjo Susmoro. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional Laksamana Madya (Laksdya) TNI Harjo Susmoro, berkunjung ke Provinsi Bangka Belitung, sejak Kamis (16/6/2021) kemarin.

Tujuan kedatangan Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) RI ini untuk melakukan kajian daerah di Provinsi  Bangka Belitung yang menyangkut masalah antisipasi krisis energi dan pangan.

Perwira tinggi bintang tiga ini mengatakan Wantannas mencanangkan Bangka Belitung menjadi role model daerah untuk menanggulangi masalah krisis energi dan pangan secara nasional.

"Indonesia adalah negara cukup kaya raya yang notabene kita punya lahan untuk penyediaan pangan, jangan sampai kita sampai terjadi krisis energi dan pangan, makanya kita kaji, salah satu menjadi sampel Bangka Belitung," kata Laksdya TNI Harjo Susmoro kepada wartawan, Kamis (17/6/2021).

Dia menerangkan, saat ini persoalan dunia adalah masalah energi, pangan dan air, untuk itu perlu diantisipasi melalui upaya kajian tersebut.

"Hasil dari pada penelitian atau kajian yang dilakukan itu akan dibuat suatu rancangan rekomendasi yang nantinya akan disampaikan kepada Presiden," terangnya.

Dia mengatakan, terkait kebijakan yang akan diambil nantinya, untuk menghadapi masalah antisipasi krisis berkaitan masalah pangan kedepan.

"Setelah kunjungan ini kita membuat suatu rancangan rekomendasi kepada presiden selaku Kepala Negara bagaimana seharusnya, kebijakan apa yang diambil untuk menghadapi kontigensi masalah pangan kedepan, kalau misal terjadi," katanya.

Dia menjelaskam, setelah kunjungan dilakukan diharapkan ada rekomendasi kepada presiden, bagaimana presiden mengambil kebijakan.

"Kita masih belum dapat menyampaikan, karena masih melihat, kecenderungan, apakah Babel mengarah ke sana, tetapi jangan sampai terjadi baru kita berbuat ini persoalan nasional," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved