Breaking News:

Berita Pangkalpinang

BPJS Kesehatan Pangkalpinang Targetkan 2024, Cakupan Kepesertaan Sentuh Persentase 98 Persen

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Pangkalpinang menargetkan capaian kepesertaan BPJS Kesehatan menyentuh persentase 98 persen

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: khamelia
(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita).
Kepala Kantor Cabang Pangkalpinang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, dr Rudy Widjajadi saat Kongkow Bareng Media Bincang-Bincang Program JKN-KIS di Restoran Gale-gale, Jumat (18/6/2021) pagi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Pangkalpinang menargetkan capaian kepesertaan BPJS Kesehatan menyentuh persentase 98 persen pada tahun 2024 mendatang.

Data terbaru sampai Juni 2021, cakupan kepesertaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan persentase 84,08 persen dengan 1.206.715 jiwa.

Distribusi peserta JKN KIS berdasarkan segmentasi meliputi Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) 313.535 jiwa, Pekerja Penerima Upah (PPU) 300.717 jiwa, Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD 342.070 jiwa, Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN 234.315 jiwa, dan Bukan Pekerja (BP) 16.078 jiwa.

"Persentase kepesertaan kita saat ini sudah mencapai rata-rata nasional. Kontribusi terbanyak dari PBI APBD. Berdasarkan RPJMN 2020-2024, target kita sudah mencapai 98 persen sehingga harus mengapai 199.836 jiwa lagi," ujar Kepala Kantor Cabang Pangkalpinang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, dr Rudy Widjajadi saat Kongkow Bareng Media Bincang-Bincang Program JKN-KIS di Restoran Gale-gale, Jumat (18/6/2021) pagi.

Dalam hal mencapai persentase 98 persen itu, BPJS Kesehatan telah berkoordinasi pemerintah daerah bahkan perusahaan untuk mendaftarkan masyarakat dan pekerjanya.

"Kami berkoordinasi dengan pemerintah daerah, agar bisa mendaftarkan masyarakat yang belum terdaftar. Untuk masyrakat lain seperti kategori penerima upah, kami koordinasi dengan badan usaha atau perusahaan, pasalnya pekerja wajib didaftrakan oleh pemberi kerjanya," kata dr Rudy.

Lebih lanjut, Dia membeberkan ada tiga kabupatan di Bangka Belitung yang cakupan UHC (Universal Health Converange) sebesar 95 persen.

"Daerah itu ada Belitung, Belitung Timur dan baru-baru ini Bangka Barat. Mudah-mudahan kabupaten atau kota lain bisa serupa agar dapat mencapai target UHC ini," kata dr Rudy.

Selain itu, per data sampai bulan April 2021, terdata 132 fasilitas kesehatan tingkat pertama yang bekerjasama denga BPJS Kesehatan.

"Fasilitas kesehatan ini terdiri dari puskesmas, klinik, dokter umum dan dokter gigi. Dalam artian seluruh faskes ini memberikan pelayanan kepada peserta BPJS Kesehatan," kata dr Rudy.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved