Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Hanya Perusahaan Kantongi ET yang Bisa Ekspor Timah, Begini Tata Niaganya  

Kepala Bidang (Kabid) Sarana Perdagangan dan Pengembangan Ekspor Disperindag Bangka Belitung (Babel), Moch Nasirin Yusuf mengatakan hanya perusahaan

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Fery Laskari
bangkapos/dok
Balok timah di gudang penyimpanan di sekitar Pelabuhan Pangkalbalam, Pangkalpinang 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Kepala Bidang (Kabid) Sarana Perdagangan dan Pengembangan Ekspor Disperindag Bangka Belitung (Babel), Moch Nasirin Yusuf mengatakan hanya perusahaan yang diakui sebagai eksportir terdaftar (ET) yang dapat melakukan ekspor timah.

"Dalam melakukan ekspor, perusahaan harus mendapatkan pengakuan dari Menteri Perdagangan RI sebagai Eksportir Terdaftar (ET) sebagaimana pasal 7 Permendag RI Nomor 53 Tahun 2018. Sedangkan mengenai data jumlah pemilik ET berada di pusat atau Kemendag RI," ujar Nasirin, Jumat (18/6/2021).

Berdasarkan Pasal 7 Pemendag RI Nomor 53 Tahun 2018, untuk mendapatkan pengakuan sebagai ET-Timah murni batangan sebagaimana pasal 5 ayat 1, perusahaan harus mengajukan permohonan secara elektronik kepada direktur jenderal dengan melampirkan scan dokumen asli meliputi :

1. Tanda daftar perusahaan (TDF)

2. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

3. IUP Operasi Produksi, IUPK Operasi Produksi, KK atau IUP Produksi khusus untuk pengolahan dan atau pemurnian.

4. Daftar IUP Operasi, IUPK Operasi Produksi atau KK yang masuk dalam daftar IUP yang tercatat di Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral.

5. Surat perjanjian kerjasama dengan IUP Operasi Produksi dan atau KK yang masuk dalam daftar IUP yang tercatat di Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral yang ditandatangani oleh pejabat yang menerbitkan izin dan atau dengan IPR bagi pemegang IUP Operasi Produksi khusus untuk pengolahan dan atau pemurnian.

"Berdasarkan ET yang telah dikantongi, perusahaan mendaftarkan diri ke bursa sebagai seller dan melakukan transaksi di bursa timah tersebut.

Selanjutnya setelah terjadi transaksi dengan buyer maka pihak bursa melakukan verifikasi melalui surveyor yang telah ditetapkan oleh Menteri Perdagangan RI, dan setelah semua persyratan ekspor terpenuhi , Surveyor mengeluarkan Laporan Surveyor (LS), dilanjutkan loading/pengapalan," jelas Nasirin.

Ekspor timah dapat dilakukan langsung ke negara tujuan buyer melaui pelabuhan Pangkalbalam atau Pelabuhan Khusus di Peltim Muntok Bangka Barat.

Sementara, untuk timah yang dari Belitung maka terlebih dahulu dikirim ke gudang bursa yang berada di Pangkalpinang .

"Peran kami, berdasarkan penetapan Menteri Perdagangan RI, maka ditunjuklah Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal (IPSKA).

Terdapat dua IPSKA yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yaitui IPSKA Disperindag Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan IPSKA Disperindag Kabupaten Belitung yang menerbitkan Surat Keterangan Asal (COO) bagi eksportir.

Mengajukan permohonan SKA (tidak wajib) dikarenakan gudang bursa timah hanya ada di Pangkalpinang dan Mentok Kabupaten Bangka Barat," kata Nasirin. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)
 

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved