Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Meledak, Bangka Belitung Lakukan Pengetatan Ini

Kasus positif Covid-19 di Jakarta kembali meledak, sejak Kamis (17/6/2021) kemarin, tercatat 4.144 kasus baru Covid-19 per harinya.

Penulis: Riki Pratama | Editor: El Tjandring
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Sekretaris, Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa saat Live Streaming Bangka Pos. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kasus positif Covid-19 di Jakarta kembali meledak, sejak Kamis (17/6/2021) kemarin, tercatat 4.144 kasus baru Covid-19 per harinya dari hasil pemeriksaan PCR.

Kemudian pada hari ini berdasarkan data dari Satgas Covid-19 Babel, Jumat (18/6/2021) kasus baru Covid-19 di  DKI Jakarta bertambah 4.737 kasus.

Sementara Bangka Belitung bertambah kasus baru positif Covid-19, 73 kasus, sehingga total tembus 20.076 kasus, sembuh bertambah 64 kasus, total 18.991 kasus, meninggal dunia bertambah 3 kasus, total 313 kasus.

Sekretaris Percepatan, Penanganan Satgas Covid-19, Babel, Mikron Antariksa, mengatakan, tidak ada kebijakan untuk mengantisipasi lonjakan kasus di DKI Jakarta. Termasuk pemeriksaan penumpang yang datang dari Jakarta dilakukan seperti biasa.

"Masih seperti biasa kita hanya ketat di pemeriksaan administrasi. Tetapi  belum ada kebijakan lagi, terkait swab ulang untuk penumpang yang datang ke Babel. Syarat negatif atau GeNose masih berjalan selama ini," jelas Mikron kepada Bangkapos.com, Jumat (18/6/2021).

Mikron mengatakan, di Bandara Soekarno Hatta Baten, tidak diberlakukan tes GeNose, tetapi rapid test antigen yang menjadi syarat melakukan penerbangan ke semua daerah.

"Dari Jakarta dari bandaranya belum ada GeNose sehingga yang ingin terbang dari Jakarta harus menggunakan antigen, untuk bepergian ke berbagai daerah," katanya.

Sementara untuk di Babel sendiri kata Mikron, pelaksaan syarat antigen dan GeNose masih diberlakukan dengan masa berlaku antigen 2 kali 24 jam dan 1 kali 24 jam untuk GeNose.

"Kami hanya memperketat soal administrasi saja seperti melihat keaslian dari surat tesnya. Untuk kasus di Babel saat ini juga kebanyakan berasal dari transmisi lokal belum adanya dari pelaku perjalanan yang menebarkan, tetapi kebanyakan dari kontak erat dan transmisi dari keluarga," katanya.

Selain itu, terkait mutasi kasus baru virus Corona, Mikron mengatakan belum terdeteksi hingga kini di Bangka Belitung.

Menurutnya, untuk mengetahui varian kasus baru perlu pengujian di laboratorium.

"Masih virus lama, kalau untuk mutasi perlu penelitian dikirimkan sampel ke laboratorium dan belum kita lakukan. Karena sepengetahuan Satgas Covid-19 Babel masih varian lama virus yang ada di Babel," jelas Mikron.

Ia menambahkan, untuk meningkatkan kewaspadaan masuknya virus Corona varian terbaru.

"Kita terus berupaya terkait upaya pelacakan kontak atau tracing mengidentifikasi dan mengelola data warga terpapar Covid-19 masih dilakukan tim Satgas di setiap kabupaten/kota," katanya.

(Bangkapos/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved