Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

KBM Tatap Muka di Sekolah akan Diberlakukan, Begini Aturan Satgas Covid-19 Kabupaten Bangka

Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka pada Kamis (17/06/2021) kemarin sudah melakukan rapat dengan pihak-pihak terkait.

Penulis: Nurhayati (CC) | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Edwardi
Jubir Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Bangka Boy Yandra memberikan arahan di halaman SMANSA Sungailiat karena ada empat guru SMAN 1 Sungailiat Kabupaten Bangka terkonfirmasi positif Covid-19, Senin (29/03/2021). 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka pada Kamis (17/06/2021) kemarin sudah melakukan rapat dengan pihak-pihak terkait mengenai pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) pada tahun ajaran baru pendidikan 2021/2022 untuk tingkat SD dan SLTP tatap muka di Kabupaten Bangka.

Berdasarkan hasil rapat tersebut menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka, Boy Yandra, KBM tatap muka tergantung dari jumlah siswa di sekolah tersebut.

Jika jumlah siswa banyak maka KBM tatap muka hanya diisi 25 persen dan jika jumlah siswa sedikit maka KBM tatap muka sebanyak 50 persen.

"Orang tua harus menyiapkan air minum secukupnya, kepada anaknya dan tidak dibekali dengan makanan karena hanya pelaksanaan sekolah dua jam. Kalau dibekali makanan maka waktu buka maskernya sangat besar dan inilah menyebabkan penularan Covid-19 akan cepat," tegas Boy Yandra saat dikonfirmasi Bangkapos.com, Jumat (18/06/2021).

Menurutnya, setelah belajar selama dua jam di sekolah maka para peserta didik langsung pulang ke rumah masing-masing.

Untuk itu diimbau orang tua langsung menjemput anaknya di sekolah.

"Tidak ada kerumunan dan sekolah wajib membentuk tim satgas Covid-19 baik tim yang ada di dalam ruangan maupun di luar ruangan," jelas Boy Yandra.

Untuk Tim Satgas Covid-19 sekolah yang di luar ruangan bertugas menjaga agar saat para orang tua menjemput anaknya di sekolah tidak ada kerumunan.

Sedangkan untuk Tim Satgas Covid-19 sekolah di dalam ruangan mengatur jarak, mengingatkan anak untuk selalu cuci tangan dan mengukur suhu tubuh siswa.

"Jika panas suhu tubuh anak 37,5 derajat celcius maka disuruh pulang ke rumah dan jangan lupa ingatkan kepada kepala sekolah seketika anak demam, batuk tidak usah belajar dan juga tidak ada sanksi. Ini adalah pemberdayaan untuk orang tua dan anak bagaimana dia mengenali sekolahnya. Sudah lama tidak sekolah. Sekarang bagaimana upaya kita anak bergairah kembali sekolahnya. Tolong bagi orang tua ingatkan anaknya tidak ada menukarkan masker dan air minum cukup baginya sendiri," imbau Boy Yandra.

(Bangkapos.com/Nurhayati)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved