Breaking News:

Pelajar di Belitung Ditangkap Gegara Jual Kratom, Ini Dampak Penggunaan Kratom

Peredaran kratom di Belitung belakangan ini dikatakannya kian marak, khususnya di kalangan remaja, yang dampaknya bisa membahayakan pengguna

Penulis: Iwan Satriawan (Wan) CC | Editor: Iwan Satriawan
westborneokratom.com
Kratom 

BANGKAPOS.COM- Baru-baru ini seorang pelajar SMK di Belitung berinisial AL ditangkap tim gabungan karena menjual bubuk kratom dan obat bebas.

Dari tangan tersangka diamankan barang bukti bubuk kratom seberat 2,6 kilogram dan obat bebas.

Penangkapan AL dilakukan pada pada Rabu (16/6/2021) lalu oleh tim gabungan yang  terdiri dari Satpol PP, BNNK, Loka POM, dan Dinkes Belitung,  saat melakukan patroli wilayah menindaklanjuti laporan masyarakat melalui program Besadu.

Sekretaris Satpol PP Kabupaten Belitung Abdul Hadi mengungkapkan berdasarkan informasi Al menjual barang tersebut di rumahnya, yang berada di Desa Keciput Kecamatan Sijuk.

AL mendapatkan bubuk kratom dan obat bebas tersebut didapatkan melalui transaksi belanja online.

Kratom
Kratom (Insert.grid.id)

Menurut Abdul Hadi,  untuk kratom perda yang dilanggar adalah ketertiban umum, Perda 5 tahun 2014, sedang obat bebas terbatas berkenaan dengan Instruksi Gubernur Bangka Belitung 188.54/2/Dinkes/ 2017  tentang penertiban atas penyaluran dan penjualan obat yang masuk dalam obat bebas terbatas di seluruh toko swalayan, toko kelontong yang tidak memiliki izin sebagai apotek atau toko obat.

Proses pengamanan AL berlangsung dramatis pasalnya saat didatangi kerumahnya AL tidak ada di rumah dan hanya ada orang tuanya saja.

Sementara itu berdasarkan pemeriksaan di sekitar rumahnya di dapat kotak obat bebas terbatas, kemasan di dalamnya masih utuh terdapat 13 strip, dan terdapat bekas kemasan kosong lainnya.

"Jadi ini cukup menguras pikiran dan tenaga kami, kami sempat mutar-mutar mencari pemilik barang tetapi tidak di rumah berkat kesabaran tim, akhirnya orang tua bersangkutan hadir dan memberikan keterangan berkaitan penjualan kratom ini dijualnya dengan memasukkan ke kemasan ulang yakni plastik 0,5 gram dengan harga Rp 20.000," kata Abdul Hadi.

Tidak hanya itu, tim gabungan juga mengamankan barang penjualan obat terbatas dari toko kelontong yang berada di Desa Batu Itam, Kecamatan sijuk.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved