Breaking News:

Berita Pangkalpinang

PPDB SMP Membludak, Lima Zonasi di Kota Pangkalpinang Melebihi Kuota, Total 2.560 Pendaftar

Berdasarkan data rekapitulasi pendaftaran online SMP hingga Jumat (18/6) pukul 15:45 WIB ada lima zonasi yang sudah melebihi kuota.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: khamelia
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Eddy Supriadi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Eddy Supriadi menyebut, hingga kini pendaftaran peserta didik baru (PPDB) SMP di Kota Pangkalpinang sudah 2.560 pendaftar.

Berdasarkan data rekapitulasi pendaftaran online SMP hingga Jumat (18/6) pukul 15:45 WIB ada lima zonasi yang sudah melebihi kuota.

Zonasi 1 Kecamatan Rangkui 487 pendaftar, kelebihan 18 orang, zonasi 2 Kecamatan Girimaya 108 pendafatar, masih kekurangan 71 orang, zonasi 3 Kecamatan Bukit Intan 444 pendafatar, kelebihan 12 orang, zonasi 4 Kecamatan Gerunggang dan Tamansari 821 pendafatar, kelebihan 65 orang, zonasi 5 Kecamatan Gabek 429 pendaftar, kelebihan 177 orang, zonasi 6 Kecamatan Pangkalbalam 272 pendaftar kelebihan 20 orang.

Berdasarkan data tersebut total ada kelebihan 220 pendaftar, dengan jumlah pendaftar 2.560 dan kuota pendaftaran online 2.340.

Sementara pendaftaran untuk jenjang SMP 15-19 Juni 2021, verifikasi 21-25 Juni 2021, dan pengumuman 26 Juni 2021.

Kata Eddy, kalau memang membludak hingga akhir besok pendaftaran pihaknya akan kembali mengevaluasi.

"Akan kita evaluasi lebih dulu seperti apa yang melebihi ini, tali tanang saja tetap akan kita akomodir nanti ada masa evaluasi beberapa hari itu akan kita atur formulasinya seperti apa," kata Eddy kepada Bangkapos.com, Jumat (18/6/2021)

Menurutnya, penambahan rasio perkelasmya juga akan dilaksanakan nantinya, mengantisipasi jika pendaftaran hingga akhir benar-benar membludak.

"Nanti kalau rasio 36 orang per kelasnya masih kurang tidak masalah kita tambah lagi per kelasnya, apalagi saat ini kita sedang dalam masa covid-19 dimana memang sekolah diwajibkan untuk membatasi satu kelasnya jadi otomatis satu kelas tidak bisa masuk sekaligus dibagi ada online dan tatap muka," jelasnya.

"Bisa saja sekali tatap muka mungkin satu kelasnya cuma 15-20 orang, berarti tidak masalah kalau rasio kita tambahkan menjadi 40 orang satu kelasmya," tambahnya.

Menurutnya, penambahan rasio per kelas tersebut tak menjadi masalah asalakan seluruh anak usia sekolah dapat terjamin menerima pendidkan.

"Hanya saja tidak bisa satu sekokah, harus didistribusikan keseluruh sekolah termasuk swasta. Hingga zona-zonanya sudah terkelompokan masing-masing," tuturnya.

Dengan demikian, kata Eddy pihaknya menjamin semua sekolah di Kota Pangkalpinang sama, tidak ada lagi sebutan sekolah unggulan atau sekolah fovorit.

"Kita jamin sekolah itu sama, ini yang akan kita jadikan Kota Pangkalpinang dengan pendidikan yang standar tidak diskriminatif prosesnya sama dan profesional. Kami menjamin anak usia sekolah akan mendapatkan hak mereka sesuai amanat konstitusi," tegasnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved