Breaking News:

Berita Bangka Tengah

Semua Desa di Bangka Tengah Sudah Manfaatkan 8 Persen Dana Desa Untuk Penanganan Covid-19

Pada dasar untuk pengalokasian dana Desa 8 persen ini sudah dilakukan sejak Februari lalu di seluruh desa di Bangka Tengah.

Penulis: Sela Agustika | Editor: El Tjandring
(bangkapos.com/Sela Agustika)
Kepala Dinas Sosial dan Pemerintahan Desa (DisosPmd) Bangka Tengah (Bateng) Risaldi Adhari. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Penataan anggaran Dana Desa di tengah Pandemi Covid-19 berbeda dibanding waktu sebelumnya.

Hal itu mengingat adanya kebijakan anggaran penanganan Covid-19 yakni setiap desa wajib mengalokasikan sebesar 8 persen dari Dana Desa (DD).

Kepala Dinas Sosial dan Pemerintahan Desa (DisosPmd) Bangka Tengah (Bateng) Risaldi Adhari mengatakan pihaknya sejak Februari 2021 telah menuntun setiap Kepala Desa untuk menyusun kebutuhan pemanfaatan dana Desa sesuai Surat Edaran dan Intruksi dari Kementerian.

"Pada dasar untuk pengalokasian dana Desa 8 persen ini sudah dilakukan sejak Februari lalu di seluruh desa di Bangka Tengah," Kata Risaldi Kepada Bangkapos.com Jumat, (18/6/2021).

“Saat ini apa yang menjadi tugas dan tangung jawab desa ini tinggal pemanfaatan dan pembelanjaannya. Dan untuk besaran alokasi ini masing Desa ini berbeda sesuai anggaran di desa, 8 persen dari dana Desa ini yang direcofusing untuk penangan Covid-19.”

Kata Risaldi, pihaknya telah turun langsung melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan perangkat desa untuk memaksimalkan pemanfaatan dana 8 persen yang dialokasikan untuk penanganan Covid-19.

"Jadi kemarin kami sudah turun ke Kecamatan untuk melakukan koordinasi perencanaan dan keuangan, serta Sekdes di masing-masing desa dengan tim verifikasi kecamatan di dampingan camat atau Sekda.”

“Di mana kita sudah menyiapkan rumah karantina walaupun dalam kondisi sederhana, jika rumah karantina di kabupaten atau Kecamatan penuh," ujarnya.

Ia mengungkapkan, dana yang dialokasikan tersebut akan digunakan untuk berbagai keperluan penangan Covid-19, mulai dari sosilisasi, edukasi, belanja perlengkapaan alat ruma tanggah, kebutuhan kesehatan, posko, dan jasa petugas.

"Jadi dana yang dialokasikan ini benar-benar dimanfaatkan untuk penangan Covid-19 atau dalam penerapan PPKM mikro," ucap Risaldi.

Ia berharap alokasi anggaran yang digunakan untuk penangan Covid-19 ini bisa dimanfaatkan sesuai dengan aturan yang telah menjadi kebutuhan.

"Jangan sampai dana desa yang dialokasikan ini disalah gunakan dan melanggar aturan, sehingga akan menjadi insiden buruk dan berbahaya untuk Desa yang bersangkutan, jika tidak tahu pemanfaatannya bisa bertanya dengan pihak kecamatan ataupun lainnya," pesan Risaldi.

Bangkapos.com/Sela Agustika

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved