Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Setelah Timah, CPO Ikut Berkontribusi Dominan Jadi Komoditas Penyumbang Ekspor di Bangka Belitung

Komoditas timah memang memberikan kontribusi yang tinggi untuk ekspor dari Bangka Belitung yakni sebesar 82,59 persen

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: khamelia
Bangkapos.com/Edwardi
Bibit kelapa sawit siap tanam. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Komoditas timah memang memberikan kontribusi yang tinggi untuk ekspor dari Bangka Belitung yakni sebesar 82,59 persen, data bulan Januari hingga April 2021.

Sementara, untuk komoditas non timah memberikan kontribusi sebesar 17,41 persen, paling tinggi disumbang oleh Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dwi Retno Wilujeng Wahyu Utami.

"Komoditas non timah terbesar itu dari CPO yang masuk kategori lemak dan minyak hewan atau nabati dengan nilai ekspor akumulasi hingga April 2021 sebesar US$ 75,48 juta atau 68,50 persen dari jumlah ekspor nontimah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Nilai ini naik 15,03 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," ujar Dwi, Jumat (18/6/2021).

Lebih lanjut, Dia menjelaskan tidak hanya ekspor lemak dan minyak hewan atau nabati yang mengalami kenaikan.

Nilai garam, belerang dan kapur juga mengalami kenaikan sebesar 97,39 persen.

"Sebaliknya, sebanyak 3 dari 5 komoditas mengalami penurunan bila dibandingkan periode yang sama dengan tahun sebelumnya, yaitu ekspor karet dan barang dari karet, kopi, teh dan rempah-rempah, serta ikan dan udang yang masing-masing mengalami penurunan sebesar 8,75 persen, 25,58 persen, dan 11,52 persen," lanjut Dwi.

Sementara itu, Malaysia menjadi negara tujuan pertama peran ekspor nontimah pada Januari-April 2021 dengan nilai US$26,80 juta.

"Peran Malaysia dalam ekspor nontimah sebesar 24,32 persen. Golongan barang yang diekspor ke negeri jiran ini mayoritas berupa lemak dan minyak hewan/nabati sebanyak US$19,98 juta serta ikan dan udang sebanyak US$4,97 juta," kata Dwi.

Selain Malaysia, Bangladesh berada pada posisi kedua dengan nilai ekspor nontimah sebesar US$19,09 juta pada Januari-April 2021.

Peran Bangladesh dalam ekspor nontimah sebesar 17,33 persen. Golongan barang yang diekspor ke Bangladesh berupa lemak dan minyak hewan atau nabati sebanyak US$18,7 juta dan sisanya berupa garam, belerang dan kapur sebanyak US$0,39 juta.

"Belanda, Singapura dan Myanmar menempati urutan ketiga, keempat, dan kelima, dengan peran masing-masing sebesar 15,29 persen, 9,90 persen, dan 9,85 persen.

Dengan demikian, peran lima negara utama tujuan ekspor nontimah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi 76,69 persen," kata Dwi.
(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)
 

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved