Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Warga Tertular Covid 19 di Bangka Semakin Turun, Tahun Ajaran Baru Sekolah Tatap Muka

Jumat (18/6/2021) dibandingkan sebelumnya jauh menurun hanya 12 orang tertular dan terkonfirmasi positif covid 19

Penulis: deddy_marjaya | Editor: khamelia
Dok/Boy Yandra
Juru Bicara Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka, Boy Yandra 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Warga terkonfirmasi covid 19 di Kabupaten Bangka semakin menurun. Jumat (18/6/2021) dibandingkan sebelumnya jauh menurun hanya 12 orang tertular dan terkonfirmasi positif covid 19 sementara warga yang sembuh 13 orang.

"Terus melandai pasca lebaran dimana puncaknya pada 30 Mei lalu mencapai 582 yang dirawat terkonfirmasi positif covid 19 tinggal saat ini hanya 187 yang dirawat hari ini ada 12 orang positif covid 19 dan 13 orang dinyatakan sembuh," kata Boy Yandra Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kabupaten Bangka.

Kondisi ini menuruti Boy Yandra pihaknya akan terus berupaya agar Kabupaten Bangka yang saat ini dalam zona oranye akan segera menjadi zona aman atau zona hijau.

Diharapkan masyarakat ikut berperan dalam memutuskan mata rantai covid 19 dengan menjalankan tiga langkah.

Pertama jalankan prokes covid 19 dengan baik, kemudian saat demam segera memeriksakan diri serta saat kontak dengan yang positif covid 19 segera melapor ke pelayan kesehatan.

"Kami dari gugus tugas dan tim kesehatan terus bekerja keras tapi juga perlu dukungan masyarakat agar Kabupaten Bangka segera kembali ke zona aman atau zona hijau," kata Boy Yandra.

Total di Kabupaten Bangka hingga saat ini sebanyak 4.412 orang terkonfornasi positif covid 19 dimana sebanyak 4.151 orang sudah sembuh dan  74 orang meninggal dunia. Sehingga saat ini yang masih dirawat tersisa 187 orang baik dirawat di ICU, karantina maupun di PPKM.

Sedangkan terkait rencana tatap muka di sekolah tahun ajaran bari 2021/2022 menurut Boy Yandra dipastikan akan berjalan. Dimana seusai kesepakatan untuk siswa siswi TK/Paud, SD dan SMP akan dilaksanakan 25%. Itu bagi sekolah yang jumlah siswanya banyak kalau siswanya sedikit maka hanya 5% saja.

Untuk jam belajar di sekolah hanya 2 jam saja sehingga diminta orangtua tidak perlu membekali makanan cukup minuman saja. Sebab dikhawatirkan jika dibekali makanan anak- anak akan lama membuka masker sehingga dikhawatirkan akan tertular. Beda jika hanya minum begitu selesai langsung pakai lagi maskernya.

"Jadi tatap muka untuk tahun ajaran baru hanya 2 jam orangtua tidak perlu membekali anak dengan makanan cukup minuman saja sehingga masker tidak lama dibuka," kata Boy Yandra.

Pihak sekolah juga diminta segera mempersiapkan diri untuk pelaksanaan tatap muka pada tahun ajaran baru. Termasuk pengawasan baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan dengan membentuk tim Satgas sendiri. Orangtua baik yang mengantar maupun menjemput diminta tidak berkerumun.

"Jadi akan benar benar diawasi saat siswa di ruangan maupun di luar ruangan orangtua juga diminta mengingatkan anak anaknya agar jangan sampai saling bertukar masker," harap Boy Yandra.

(Bangkapos.com/Deddy Marjaya)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved