Breaking News:

Berita Bangka Tengah

20 Anak Putus Sekolah Setiap Tahun di Bangka Tengah, Dinas Pendidikan Perbanyak Program PKBM

Dindik Bateng memperbanyak program Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) bagi anak yang putus sekolah dengan menyiapkan paket A, B, dan C.

Penulis: Sela Agustika | Editor: El Tjandring
bangkapos.com
Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Bangka Tengah, Iskandar (bangkapos.com/Sela Agustika) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah terus berupaya untuk menekan angka putus sekolah.

Satu di antara upaya yang saat ini dilakukan, yakni memperbanyak program Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) bagi anak yang putus sekolah dengan menyiapkan paket A, B, dan C.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah Iskandar mencatat setiap tahun terdata kurang lebih ada 20 siswa/i yang putus sekolah, baik tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta Sekolah Menengah Atas/ Kejuruan (SMA/SMK).

"Di Bangka Tengah memang untuk SD, SMP dan SMA ini setiap tahun selalu ada anak yang putus sekokah dengan kisaran 20 siswa/i lebih kurangnya, namun angka putus sekolah di kita (Bangka Tengah -red) saat ini berkisar 0,9 persen dan masih rendah," kata Iskandar kepada Bangkapos.com, Minggu (20/6/2021).

Ia menilai, rata-rata anak yang putus sekolah ini bukan terkendala dengan faktor keuangan, namun karena memang sudah tidak ada kemauan dari anak-anak tersebut.

"Saya lihat yang jadi penyebab ini kemauan sekolah anak memang tidak ada lagi, bukan karena tidak mampu. Karena pemerintah juga saat ini telah menyediakan program beasiswa dan bantuan bagi anak-anak yang kurang mampu," ujarnya.

Untuk meminimalisir angka putus sekolah ini, Iskandar menyebut pihaknya sudah menggerakan sebanyak tujuh program Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di beberapa kecamatan yang ada di Bangka Tengah.

Namun ia menilai, rasio antara anak yang putus sekolah dan tidak bersekolah yang masuk ke program PKBM masih sangat rendah, sehingga pihaknya berencana akan menambah program PKBM di masing-masing kecamatan.

"Program PKBM ini sudah berjalan sejak beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data, kami melihat rasio anak-anak yang putus sekolah dan tidak bersekolah dengan yang masuk ke program PKBM itu masih sangat rendah.”

“Masih banyak anak-anak di Bangka Tengah yang belum masuk ke program tersebut. Bisa jadi karena jaraknya dengan wadah tempat PKBM ini jauh.”

“Jadi kita ingin menambah lagi program PKBM ini agar di masing-masing kecamatan anak-anak yang tidak lagi sekolah atau putus sekolah ini bisa terfasilitasi dengan paket A, B dan C, yang kita sediakan," ungkap Iskandar.

Ia berharap, dengan adanya program ini dapat membantu mengurangi angka putus sekolah di Kabupaten Bangka Tengah.

"Melalui program PKBM ini kita giring dan ajak mereka (anak-anak yang putus sekolah -red) untuk masuk ke program ini, dan kita juga kasih motivasi ke anak-anak tentang pentingnya pendidikan," ujar Iskandar.

Bangkapos.com/Sela Agustika

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved