Breaking News:

Virus Corona d Bangka Belitung

Kasus Pasien Covid Meninggal di Babel Cukup Tinggi, Mikron: Banyak Pasien Tak Mau ke Rumah Sakit

Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 menurun, tetapi Babel saat ini masukan pada urutan ke-11 Provinsi dengan kenaikan kematian yang tinggi.

Penulis: Riki Pratama | Editor: El Tjandring
Bangkapos.com/Riki Pratama
Sekretaris, Percepatan, Penanganan Satgas Covid-19 Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa, sedang melihat foto dinding gedung Karantina BKPSDMD Provinsi Bangka Belitung, sambil melihat kondisi tenaga medis dan pasien beberapa waktu lalu. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kasus positif Covid-19 harian di Provinsi Bangka Belitung mengalami penurunan pada, Minggu (20/6/2021) hari ini.

Kasus baru bertambah 49 orang, atau lebih kecil dibandingkan Sabtu (20/6/2021) kemarin 81 kasus baru.

Dengan tambahan ini, total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Babel berjumlah 20.206 kasus.

Kasus sembuh bertambah 77 orang, total berjumlah 19.146 kasus dan meninggal dunia bertambah satu menjadi total 316 kasus.

Sekretaris, Percepatan, Penanganan, Satgas Covid-19 Bangka Belitung, Mikron Antariksa, mengatakan, walaupun kasus terkonfirmasi menurun, tetapi Babel saat masukan pada urutan ke-11 Provinsi dengan kenaikan kematian yang tinggi.

Kemudian dilihat dari tingkat ketersedian rumah sakit Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat hunian rawat inap baru 30 persen terisi dan 70 persen tak terisi.

"Kasus pasien meninggal akibat Covid-19, karena tidak tertangani secara cepat. Penyebabnya ketidakmaunya masyarakat, membawa ke rumah sakit. Mereka setelah parah baru datang ke rumah sakit sehingga tidak terselamatkan," kata Mikron, kepada Bangkapos.com, Minggu (20/6/2021).

Ia menyebut, perawatan di rumah sakit, juga berdampak pada penanganan lebih cepat pasien yang terkonfirmasi Covid-19.

"Kalau seandainya ia terdeteksi dari awal tentu ada perawatan dan bisa mengurangi kematian. Karena banyak masyarakat, ketika sakit tetapi tidak pergi ke rumah sakit," katanya.

Karena perilaku tersebut, menyebabkan ketersediaan rumah sakit di Babel yang hanya terpakai 30 persen sisanya 70 persen kosong.

"Kita hunian rumah sakit hanya 30 persen, tetapi tingkat kematian tinggi. Seharusnya hunian rumah sakit penuh, sehingga tingkat kematian bisa terkendali," harapnya.

Ia mengharapkan, masyarakat jangan takut untuk berobat ke rumah sakit, apabila mengalami gejala tertular Covid-19, agar mendapatkan perawatan lebih lanjut dari petugas medis.

(Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved