Breaking News:

Berita Kriminal

Teriakan di Tengah Malam: Oy Mati Oy Ada Razia

Fokus tim gabungan teralihkan oleh aktivitas penambangan, saat melaksanakan razia di Lokalisasi Telukbayur, Bukitintan Pangkalpinang, Sabtu (19/6/2021

Penulis: Yuranda | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Petugas gabungan melihat tambang inkonvensional (TI) yang sedang beroperasi di Pingiran Sungai Teluk Bayur, Bukitintan Kota Pangkalpinang, Sabtu (19/6/2021). (Bangkapos.com/Yuranda) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Fokus tim gabungan teralihkan oleh aktivitas penambangan, saat melaksanakan razia di Lokalisasi Telukbayur, Bukitintan Pangkalpinang, Sabtu (19/6/2021) hingga Minggu (20/6/2021) dini hari.

Bagaimana tidak saat penertiban lokalisasi tersebut, tim yang tergabung dari Polres Pangkalpinang, Kodim 1413/Bangka, dan Satpol PP kota Pangkalpinang, langsung menuju ke sumber suara.

Tim yang dipimpin Kabag Ops Polres Pangkalpinang AKP Andri Eko Setiawan dan Plt Kasat Pol PP Kota Pangkalpinang, Efran bergegas ke Aliran Sungai Telukbayur tersebut.

Sekitar emam unit ponton tambahan inkonvensional (TI) ilegal sedang beroperasi di kawasan tersebut. Namun sayang petugas tidak bisa melakukan penertiban tambang yang sedang beroperasi, lantaran terkendala air pasang.

Saat itu, para pekerja tambang sedang berjibaku dengan alat tambang berharap pasir timah dapat terangkat dari dasar tanah.
Mereka hanya menggunakan alat penerangan, senter yang ditaruh oleh para pekerja dikepalanya.

Sesekali para pekerja tambang itu, menyoroti lampu senter ke pinggir sungai. Dan melihat para petugas yang berpakaian lengkap berada di pesisir sungai.

Seketika mereka langsung mematikan mesin itu, "Oy mati oy, ada razia," kata seorang pekerjaan terdengar di balik gelap malam.

Plt Kasat Pol PP Kota Pangkalpinang, Efran mengatakan untuk penertiban tambang di Sungai Telukbayur, Bukitintan Kota Pangkalpinang, masih terkendala air yang pasang.

"Iya, karena letak mereka beroperasi di tengah sungai, kami terkendali dan kondisi air sedang pasang. Kamu tidak bisa melakukan semacam penertiban, karena terkendala itu," kata Efran.

Katanya, penertiban tambang inkonvensional (TI) ilegal ini harus dilakukan, karena di Pangkalpinang tidak ada wilayah penambangan, hal tersebut berdasarkan peraturan daerah.

"Kami menemukan aktivitas penambangan ilegal di sana, yang kita ketahui Kota Pangkalpinang tidak ada tambang timah. Untuk penertiban itu kami akan melakukan tindakan selanjutnya," ucapnya. (Bangkapos.com/Yuranda)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved