Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Berkah Mart Dinilai Gagal, Ketua Komisi II DPRD Babel : Kami Tak Mau Beri Modal Lagi ke BUMDes

Temuan DPRD Bangka Belitung bahwa beberapa outlet Berkah Mart yang didirikan BUMDes ini mengalami kebangkrutan.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: khamelia
Diskominfo Babel
Gubernur Kep. Bangka Belitung, Erzaldi Rosman saat setelah meresmikan Distribution Center (DC) Berkah Mart Bangka Belitung di Jalan Air Mangkok 44, Jumat (21/2), Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ketua Komisi II DPRD Bangka Belitung, Adet Mastur menilai Berkah Mart, program untuk menggerakan perekonomian di desa gagal dan tidak sesuai yang diharapkan.

Hal tersebut terlihat dari temuan DPRD Bangka Belitung bahwa beberapa outlet Berkah Mart yang didirikan BUMDes ini mengalami kebangkrutan.

Padahal program yang mulai dijalankan pada tahun 2018 ini mengucurkan bantuan sebesar kurang lebih Rp30 Miliar.

Pemerintah provinsi Bangka Belitung melalui Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) memberikan bantuan sebesar Rp100 Juta pada setiap Berkah Mart yang ada di enam kabupaten.

Adapun rincian dana bantuan tersebut, Rp30 Juta untuk pembuatan rak atau sarana, Rp60 Juta untuk modal pengadaan barang-barang dagangan dan Rp10 Juta untuk pengadaan laptop di desa.

Kegagalan program ini disebut-sebut karena pengelolaan yang dilakukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Babel yang tidak tepat.

"Lagi-lagi BUMD ini, managemen tidak bagus. Sehingga apapun pekerjaan, seberapa besar pun anggaran yang diberikan, itu pasti akan bangkrut. Seperti contoh yang saya katakan seperti BUMDes.

BUMD menyalurkan 9 bahan pokok kepada BUMDes yang ada di provinsi Babel yang besarnya Rp100 Juta per BUMDes, tapi kenyataan tidak berjalan seperti yang diharapkan, banyak BUMDes bangkrut," kata Adet saat ditemui bangkapos.com di Kantor DPRD Babel, Senin (21/6/2021).

Lebih lanjut, Dia menegaskan DPRD Babel enggan memberikan atau pernyataan modal kepada BUMD Pemerintah Provinsi Bangka Belitung karena dinilai tidak ada realisasi yang terlihat.

"Gak mau kita, kalau tidak ada realisasi, apapun itu, kalau managemen tidak baik itu tidak akan berhasil.

Kita sudah beberapa kali melakukan rapat, banyak BUMDes yang terbengkalai, dikarenakan BUMDes minta beras dikirim air minum misalnya, bahkan barang yang dikirim sudah kedaluarsa seperi mie goreng, sehingga BUMDes tidak berani jual," kata Adet.

Politisi PDI Perjuangan ini juga menyoroti yang diniali tidak masuk akal terjadi seperti BUMD terhutang dengan BUMDes.

"Terhutang karena setiap pengajuan misalnya Rp60 Juta, diserahkan ke BUMD kemudian disalurkan tapi barang dikirim itu hanya sekitar harga Rp20 Juta, Rp40 Juta masih terhutang karena tidak dikirimkan.

Selain itu harga penyaluran dari BUMD kepada BUMDes, sehingga dijual mahal ke masyarakat, bersainglah dengan toko kelontong di kampung sehingga banyak BUMDes yang bangkrut," kata Adet.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita 

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved