Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Buaya Muncul Lagi di Kolong Retensi Kacang Pedang, Warga Kembali Was-was

Warga di sekitar Kolong Retensi Kacang Pedang, Kelurahan Pintu Air, Rangkui, Pangkalpinang, kembali dihebohkan dengan kemunculan seekor buaya.

Penulis: Magang1 | Editor: El Tjandring
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Beberapa anak sedang memancing di Kolong Retensi, di Kelurahan Pintu Air, Rangkui, Pangkalpinang Kepulauan Bangka Belitung, Senin (21/6/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Warga di sekitar Kolong Retensi Kacang Pedang, Kelurahan Pintu Air, Rangkui, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung (Babel) kembali dihebohkan dengan kemunculan seekor buaya.

Reptil tersebut kerap muncul dipermukaan dan berjemur di pinggiran sungai.

Seorang pemancing, Alvin (40) mengatakan, sempat beberapa kali melihat buaya tersebut ketika sedang mencari ikan.

"Pernah (Melihat buaya-red) tapi tidak begitu sering. Kadang-kadang terlihat waktu saya sedang memancing," kata dia kepada Bangkapos.com, Senin (21/6/2021).

Ia menyebut, kemunculan buaya di Kolong Retensi ini bukan merupakan hal yang aneh bagi warga setempat. Sebab, reptil tersebut juga sempat menampakan diri sejak beberapa bulan terakhir.

"Kemarin (Minggu-red) juga sempat muncul ke permukaan di sebelah pondasi jembatan," ujar Alvin.

Soal ada berapa buaya di kolong itu, lanjut Alvin, dirinya tidak dapat memastikan. Lantaran, selama tiga kali ia melihat buaya yang dilihatnya berukuran sama.

Beberapa anak sedang memancing di Kolong Retensi, di Kelurahan Pintu Air, Rangkui, Pangkalpinang Kepulauan Bangka Belitung, Senin (21/6/2021).
Beberapa anak sedang memancing di Kolong Retensi, di Kelurahan Pintu Air, Rangkui, Pangkalpinang Kepulauan Bangka Belitung, Senin (21/6/2021). (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

"Tiga kali lihat buaya. Kalau ada berapa banyak buaya saya kurang tahu, tapi yang saya lihat buaya itu juga yang ukurannya sekitar dua meter lah," terang bapak dua orang anak ini.

Meskipun demikian, ia juga mengaku khawatir dengan adanya reptil itu. Walaupun ukurannya masih relatif kecil, hal itu ditakutkan dapat membahayakan anak-anak yang sering bermain di pinggir kolong.

"Was-was ada sih dengan adanya buaya di sini, apalagi di sekitar merupakan tempat kawasan padat penduduk. Takutnya ada anak-anak yang bermain di tepi sungai jadi bahaya juga," tukasnya.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved