Breaking News:

Advertorial

Desa Pelangas Siap Sajikan Wisata Edukatif Geosite dan Budaya Kearifan Lokal

Desa Pelangas, yang berada di Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat, beberapa tahun terakhir sangat aktif

Editor: Fery Laskari
Ist (Dian Kurniawan)
Objek wisata Bukit Penyabung desa Pelangas yang merupakan bagian dari kawasan Geopark Bangka Barat 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Pihak Desa Pelangas, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat (Babar), beberapa tahun terakhir sangat aktif dalam memunculkan identitas-identitas kearifan lokalnya dan mengemas kawasan perbukitan serta hutannya menjadi satu di antara sejumlah destinasi wisata alam andalan bernilai edukatif dan ekonomi di masa depan.

Mulai keberadaan Adat Jerieng dan Suku Asli Pacor, kemudian sejarah bagian perjuangan Kemerdekaan RI berupa selembar Bendera Merah Putih yang menurut pengakuan pemerintah Desa dan masyarakat lama, adalah bendera pemberian dari Presiden RI pertama Ir.

Soekarno pada saat diasingkan ke Kota Muntok, hingga pemanfaatan kawasan perbukitan melalui peran aktif masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata PEGAWI yang dibina secara langsung oleh Kasi Perencanaan Dan Pemanfaatan Hutan KPHP Rambat Menduyung, Ardianeka,ST.,M.Si.

Rumah adat Jerieng, desa Pelangas
Rumah adat Jerieng, desa Pelangas (Ist (Dian Kurniawan))

Ketiga unsur tersebut memang dirasa pantas untuk diangkat menjadi paket wisata yang tentunya akan berdampak signifikan, khususnya untuk Desa Pelangas itu sendiri maupun Kabupaten Bangka Barat pada umumnya.

Pos perlintasan di Bukit wisata Penyabung, desa Pelangas
Pos perlintasan di Bukit wisata Penyabung, desa Pelangas (Ist (Dian Kurniawan))

Satu di antara sejumlah unsur yang menarik untuk di angkat adalah destinasi wisata alam yang bernama Bukit Penyabung, di mana bukit yang berbatasan langsung dengan desa Simpang Gong ini menurut Kelompok Sadar Wisata desa memiliki tiga unsur untuk dapat diakui sebagai Geopark lokal, yaitu unsur Geodiversity/keanekaragaman batuan, Biodiversity/keaneragaman Flora dan Fauna, dan culturaldiversity /cakupan budaya masyarakat setempat.

Pos istirahat kawasan Bukit Wisata Penyabung, desa Pelangas
Pos istirahat kawasan Bukit Wisata Penyabung, desa Pelangas (Ist (Dian Kurniawan))

Bukti ini berada di dalam kawasan hutan tanaman rakyat (HTR) atas nama KSU Penyabung Permai dan dikelola bersama Pokdarwis seluas kurang lebih 90 hektare, yang pada tiga tahun lalu mendapatkan izin Kementerian Kehutanan.

Kepala Desa Pelangas, Welly Wahyudi mengakui, adanya keterlibatan masyarakat khususnya Pokdarwis yang bersama KPHP Rambat Menduyung yang menjadikan perbukitan di desanya sebagai salah satu kawasan wisata alam perbukitan bernilai edukatif sangat membantu tugasnya mengangkat desa Pelangas dalam hal Pariwisata. Menurutnya, masyarakat setempat perlahan akan merasakan manfaat pola pengelolaan bukit dan hutan tersebut hingga akhirnya siap menyambut kedatangan para wisatawan untuk menikmati keindahan dan keunikan Flora dan Fauna di Bukit Penyabung.

Bendera pusaka Merah Putih , bagian perjuangan masa kemerdekaan RI
Bendera pusaka Merah Putih , bagian perjuangan masa kemerdekaan RI (Ist (Dian Kurniawan))

"Selain sosialisasi dan identifikasi keanekaragaman Flora dan Fauna yang ada di Bukit Penyabung, pemerintah desa, Pokdarwis bersama warga dan pihak terkait juga melakukan pembersihan jalan, pembuatan sarana pendukung, hingga penanaman berbagai jenis tumbuhan lokal, seperti Kepayang, Kulan, Tampui, Malik, Bernai, Ara, Puren dan tumbuhan lainnya yang dapat menambah keberagaman Flora di bukit tersebut,"ujarnya kepada Bangkapos.com, Selasa (15/6/2021).

Salah satu jenis Flora yang ada di Bukit wisata Penyabung, desa Pelangas
Salah satu jenis Flora yang ada di Bukit wisata Penyabung, desa Pelangas (Ist (Dian Kurniawan))

Tentunya keunikan dan keberagaman yang dimiliki oleh bukit Penyabung ini menurut Rahman selaku Wakil ketua Pokdarwis PEGAWI desa Pelangas masih dibutuhkan penelitian Biodiversity dan Culturaldiversity agar semakin menguatkan.
"Keberadaan bukit dan hutan ini adalah anugerah untuk desa Pelangas, selain sebagai Geosite dalam Geopark Bangka Barat, disini juga setiap tahunnya dilakukan semacam upacara adat Ceriak Gunung yang diiringi musik Gambus dengan tarian Tabo khas suku Jerieng. Fungsi utamanya selain untuk menjaga kelestarian hutan di bukit ini, juga agar masyarakat sekitar tenteram, aman dan sejahtera,"pungkasnya.

Di Bukit Penyabung ini, terdapat pula Fauna-Fauna yang dilindungi seperti salah satunya hewan Nokturnal jenis primata terkecil di dunia yaitu Tarsius Bancanus, ada juga Kukang, Binturong, Trenggiling, Tupai terbang, Tupai belang tiga bahkan Tupai terkecil yang hanya seukuran ibu jari, Burung Hijau daun, termasuk burung Puar yang setiap tahunnya bukit Penyabung dijadikan jalur migrasi jika pohon pohon tersebut sedang berbuah. (Advertorial/PemdesPelangas/*).

Harapkan Keterlibatan Nyata Pemkab dan Pemprov Dalam Majukan Potensi-Potensi Pariwisata Ekonomi Kreatif Desa.

Kepala desa Pelangas, Welly Wahyudi
Kepala desa Pelangas, Welly Wahyudi (Ist)

Welly Wahyudi (Kepala Desa) :
"Tentu saya berharap agar pemerintah Kabupaten maupun Provinsi bisa menjadi jembatan untuk memajukan potensi-potensi yang ada di desa Pelangas, bantuan-bantuan yang berguna dalam pengembangan Pariwisata Ekonomi Kreatif (Parekraf) desa ini siap kami dengar dan diskusikan untuk kemajuan bersama."

Wakil ketua Pokdarwis PEGAWI desa Pelangas, Rahman
Wakil ketua Pokdarwis PEGAWI desa Pelangas, Rahman (Ist (Dian Kurniawan))

Rahman (Wakil Ketua Pokdarwis PEGAWI) :
"Bukit Penyabung sudah menjadi bagian Geopark Bangka Barat, ini tentu suatu keuntungan bagi desa Pelangas, untuk itu mari kita semua menjaga dan merawat kelestarian alam disini."

Sekretaris Desa Pelangas, Amir
Sekretaris Desa Pelangas, Amir (Ist (Dian Kurniawan))

Amir (Sekretaris Desa) :
"Keterlibatan masyarakat melalui inovasi-inovasi maupun karya-karya yang positif, tentu menjadi tambahan terbaik dalam pembangunan desa ini, baik dari segi Kebudayaan lokal, Pariwisata Ekonomi Kreatif (Parekraf) maupun dari segi edukasi (pendidikan)." (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved