Breaking News:

Israel Peringatkan Dunia soal Presiden Baru Iran Ebrahim Raisi, Sebut Penjagal Teheran

Iran berkali-kali menyalahkan Israel soal kasus kematian ilmuwan nuklir terkemuka pada 2020 lalu hingga serangan kepada salah satu pabrik pengayaan...

MORTEZA FAKHRI NEZHAD / YJC NEWS AGENCY / AFP
Foto selebaran ini dibagikan oleh Klub Jurnalis Muda Iran (YJC) menunjukkan kandidat presiden Iran Ebrahim Raisi, selama debat ketiga yang disiarkan televisi menjelang pemilihan 18 Juni, di studio televisi Negara Iran di Teheran pada 12 Juni 2021. (MORTEZA FAKHRI NEZHAD / YJC NEWS AGENCY / AFP) 

Dilansir BBC, Haiat menyebut Raisi sebagai presiden Iran paling ekstrem dan "penjagal Teheran". 

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Lior Haiat melalui utasnya di Twitter menyebut Presiden baru Iran Ebrahim Raisi sebagai presiden Iran paling ekstrem dan
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Lior Haiat melalui utasnya di Twitter menyebut Presiden baru Iran Ebrahim Raisi sebagai presiden Iran paling ekstrem dan "penjagal Teheran". (Tangkap Layar Twitter @LiorHaiat)

"Dia adalah tokoh ekstremis, yang berkomitmen pada program nuklir militer Iran yang berkembang pesat," tulis Haiat.

Iran di Israel telah lama bersitegang, meskipun sejauh ini kedua pihak saling menahan diri untuk menghindari pecahnya konflik.

Salah satu hal yang menjadi keprihatinan Israel adalah aktivitas nuklir Iran.

Baca juga: Yoshirin Dijuluki Transgender Tercantik di Dunia, Dinikahi Pria Tampan Kaya Raya, Ini Potretnya

Baca juga: Putri Komjen Paulus Waterpauw Resmi Dinikahi Putra Pengacara & Ketua Laskar Gerindra Bangka Belitung

Terkait hal ini, Iran berkali-kali menyalahkan Israel soal kasus kematian ilmuwan nuklir terkemuka pada 2020 lalu hingga serangan kepada salah satu pabrik pengayaan uranium.

Israel, menurut laporan BBC, tidak percaya Iran mengembangkan nuklir untuk tujuan damai.

Hasil pemilu Iran ini juga turut disesalkan AS.

Rasio pemilih dalam pemilu Iran tahun ini adalah yang terendah, di bawah 50 persen dibanding tahun 2017 sebanyak 70 persen pemilih aktif.

Masyarakat Iran menghindari pemilihan karena percaya pemilu itu sudah direkayasa untuk memenangkan Raisi, sekutu Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Dalam utas Twitter-nya, Lior Haiat menyebut Raisi sebagai "penjagal Teheran", mengacu pada eksekusi massal ribuan tahanan politik pada 1988.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved