Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Mulai Hari Ini, Sudah Bisa Rapid Antigen Untuk Pelaku Perjalanan di Labkesda Babel, Hanya Rp160 Ribu

UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Dinas Kesehatan Bangka Belitung sudah membuka pelayanan rapid test antigen berbayar untuk masyarak

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Kepala UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkeda) Dinas Kesehatan Bangka Belitung, Sujari (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Dinas Kesehatan Bangka Belitung sudah membuka pelayanan rapid test antigen berbayar untuk masyarakat secara mandiri mulai hari ini, Senin (21/6/2021).

Hasil rapid test antingen ini dapat digunakan sebagai syarat perjalanan bagi pelaku perjalanan dengan biaya lebih terjangkau yakni Rp160 Ribu saja.

"Sekarang kita sudah melayani rapid test antigen, sudah ada pergub, baru mulai hari ini. Februari yang lalu kita ajukan pergub tersebut, sekarang sudah keluar," ujar Kepala UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkeda) Dinas Kesehatan Bangka Belitung, Sujari saat ditemui bangkapos.com.

Lebih lanjut, Dia mengatakan kebijakan ini dikeluarkan untuk membantu masyarakat menerima pelayanan rapid test antigen dengan mudah dan harga terjangkau.

"Dulu tidak bisa (mengeluarkan hasil rapid test antigen untuk persyaratan perjalanan-red) karena tidak ada aturannya, kita hanya melakukan pemeriksaan untuk tracking saja. Jadi sekarang sudah bisa, tujuan menolong masyarakat, ini juga untuk pendapataan asli daerah (PAD) kita," kata Sujari.

Untuk sementara ini, jam operasional pelayanan rapid test antigen ini pada hari Senin-Jumat dimulai jam 07.30 - 16.00 WIB.

"Kita beroperasi untuk sementara pada jam kerja, untuk hari Sabtu, masih kita diskusikan. Apakah setengah hari atau gimana," kata Sujari.

Semantara itu, Dokter Pantologi Klinik UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkeda) Dinas Kesehatan Bangka Belitung, dr Lingnawati mengatakan bagi masyarakat yang hasil rapid test antigen positif akan ada tindaklanjutnya.

"Kalau positif tetap kita mengeluarkan hasil, kemudian hasil ini diwajibkan dilaporkan ke puskemas terdekat dia menetap. Nanti puskesmas akan tracking dan mengirimkan sampel ke kami, nanti kami keluarkan hasilnya lagi yang PCR. Untuk karantina dan sebagainya sudah ranah satgas yang ada di kabupaten," kata dr Lingnawati. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved