Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Situs Sempat Error, Komisi IV DPRD Babel Desak Dindik Babel Antisipasi Proses PPDB Online

Apalagi menumpuknya penerimaan di suatu sekolah, walaupun berapa daerah sudah ada irisan zonanya. Harapan kita dengan ada irisan tidak menyulitkan

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: khamelia
bangkapos.com
 Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bangka Belitung, Dody Kusdian. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tingkat SMA/SMK Tahun Ajaran 2021/2022 tahap kedua yakni jalur zonasi, reguler dan mutasi kini mulai berlangsung.

Situs laman penerimaan peserta didik baru ini sempat tak bisa diakses atau eror.

Mengenai kendala tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bangka Belitung, Dody Kusdian mempertanyakan antisipasi penerapan penerimaan siswa baru yang dilakukan oleh cabang dinas (cabdin) pendidikan yang telah ditentukan.

"Yang pertama pembagian klasifikasi sudah jelas untuk afirmasi, prestasi, zonasi dan mutasi. Sekarang lagi jalur reguler (zonasi) tingkat SMA/SMK. Sebenarnya dinas pendidikan sudah menyerahkan kewenangan ke cabdin.

Kalau Pangkalpinang itu gabung cabdin dengan Bangka Tengah, kalau lain sudah ada cabdin per kabupaten kecuali Belitung dan Belitung Timur satu cabdin.

Kemarin (tahun 2020-red) masih di dinas pendidikan harusnya lebih parah (server down-red) ternyata di delegasi ke cabdin sekarang (masih down-red), semestinya pembagian wilayah ini lebih memudahkan karena tanggungjawab didistribusikan ke masing-masing cabdin," ujar Dody saat dikonfirmasi bangkapos.com, Senin (21/6/2021).

Sehingga untuk mengatasi kendala ini, penting bagi cabdin per wilayah untuk melakukan antisipasi agar laman pendaftaran tak ada kendala saat diakses.

"Apakah cabdin mengantisipasi dalam waktu yang bersama, orang upload data secara bersamaan sehingga sistem tidak down. Ini perlu jadi sebagai pelajaran untuk cabdin penyelenggaraan PPDB," tegas Dody.

Selain itu menurutnya, permasalah krusial juga berpotensi terjadi ketika melakukan rangking, atau pindah sehingga ini harus diantisipasi oleh dinas terkhusus cabdin, jangan sampai jadi bomerang.

"Apalagi menumpuknya penerimaan di suatu sekolah, walaupun berapa daerah sudah ada irisan zonanya. Harapan kita dengan ada irisan tidak menyulitkan masyarakat.

Hal ini perlu disosialisasikan oleh kepala sekolah kepada siswa yang akan meneruskan sekolah jejang selanjutnya.

Jangan sampai informasi seperti ini tidak disampaikan dan menyebabkan permasalahan," kata Dody.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita.

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved